Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Ge Pamungkas Disulap Jadi Hantu demi Film Ini

Kamis 30 May 2019 09:12 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Ge Pamungkas dan Tatjana Saphira dalam film Ghost Writer.

Ge Pamungkas dan Tatjana Saphira dalam film Ghost Writer.

Foto: Starvision
Ge Pamungkas berperan sebagai hantu yang membantu seorang novelis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komedian tunggal Ge Pamungkas berperan sebagai Galih dalam film terbaru produksi Starvision, Ghost Writer. Kisah Galih dijabarkan sejak masih menjadi manusia sampai sudah menjelma sosok hantu.

Baca Juga

Galih bukan hantu biasa karena dia membantu seorang novelis bernama Naya (Tatjana Saphira) merampungkan karyanya. Dengan tuntutan peran itu, tidak heran jika Ge harus menyesuaikan penampilannya.

"Selama proses syuting saya dirias. Wajah jadi putih, tangan putih, kaki putih. Ribet banget sih, senyum sedikit dimarahin sutradara takut make up-nya pecah," kata Ge berseloroh.

Saat pendalaman karakter, Ge cukup bingung harus melakoni riset seperti apa. Akhirnya, dia banyak menonton film horor dan tayangan Youtube agar bisa menjadi sosok hantu yang meyakinkan.

Pembawaan tokoh Galih merupakan hasil diskusi bersama sutradara Bene Dion Rajagukguk serta lawan mainnya, Tatjana. Ada sejumlah adegan yang menurut dia cukup sulit secara teknis tetapi bisa diatasi.

Karena film menggabungkan genre horor, drama, dan komedi, Ge tidak hanya dituntut menjadi setan menyeramkan. Pada sejumlah adegan, dia bisa menguras emosi serta menarik tawa penonton film.

Dialog menyentuh hati serta celetukan lelucon konyol memang cukup menghidupkan Ghost Writer. Ide awal skenario datang dari Nonny Boenawan, peserta kelas penulisan Ernest Prakasa. Selanjutnya, Nonny merampungkan naskah bersama sutradara Bene.

Ernest yang menjadi produser bersama Chand Parwez Servia mengatakan ini pertama kalinya dia bersentuhan dengan genre horor. Dia merasa bangga bisa terlibat dalam produksi dan puas menempatkan Bene di kursi sutradara.

"Film ini punya keunikan yang menarik, kombinasi apik antara komedi, horor, dan drama keluarga yang digarap serius. Semoga bisa jadi suguhan menyegarkan yang mengisi libur Lebaran," ungkap Ernest.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA