Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Ghost Writer, Film Keluarga Berbalut Horor Komedi

Kamis 30 Mei 2019 08:24 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Para pemain film Ghost Writer.

Para pemain film Ghost Writer.

Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Ghost Writer aalah kisah tandem dua penulis beda dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Naya (Tatjana Saphira) menemukan buku harian tua di rumah kontrakan yang dia tinggali bersama adiknya. Penulis muda itu tertarik menjadikan curhatan dalam buku menjadi sebuah novel.

Niat itu terhalang gangguan mistis dari sosok gaib. Rupanya, buku tersebut milik hantu bernama Galih (Ge Pamungkas). Dia marah karena menganggap Naya sudah lancang membaca bukunya.

Naya semula takut menghadapi arwah itu, tetapi kemudian gigih membujuk Galih menulis novel bersamanya. Berhasilkan sang novelis bekerja sama dengan penulis hantu tersebut?

Tandem dua penulis beda dunia itu menjadi cerita utama dalam film Ghost Writer. Sinema besutan rumah produksi Starvision tersebut akan tayang di bioskop mulai 4 Juni 2019.

Dalam dunia kepenulisan, dikenal istilah ghost writer alias penulis bayangan. Menariknya, film ini menerjemahkan sebutan itu secara harfiah yakni penulis hantu.

Tidak sekadar horor komedi, Ghost Writer memiliki aspek drama yang sangat kuat. Penonton mendapat paket lengkap tayangan keluarga berbalut keseraman sekaligus kekocakan.

Hal lucu utamanya hadir dari interaksi antara manusia dengan hantu. Galih tidak sendiri karena ada sosok hantu misterius lain bernama Bening (Asmara Abigail).

Hubungan Naya dengan orang-orang terdekatnya pun menjalin konflik drama yang memikat. Ada sang adik, Darto (Endy Arfian) dan sang kekasih, Vino (Deva Mahenra).

Pendalaman karakter Tatjana sebagai Naya cukup baik sehingga film berdurasi 97 menit ini mengalir dengan menyenangkan. Naya adalah perempuan mandiri yang tak mau tergantung pada orang lain.

Ghost Writer turut dibintangi Ernest Prakasa, Slamet Rahardjo, Dayu Wijanto, Asri Welas, Arie Kriting, dan Muhadkly Acho. Kehadiran tiap pemeran punya porsi cukup yang menghibur tanpa berlebihan.

Film menjadi debut penyutradaraan Bene Dion Rajagukguk. Bene juga menulis skenario film bersama Nonny Boenawan yang menggagas ide cerita.

Penyuka drama yang tak keberatan dengan horor dan komedi dijamin tidak kecewa menyimaknya. Perlu diingat ini adalah film 13 tahun ke atas sehingga sebaiknya tidak mengajak anak-anak.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA