Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Posisi Perempuan di Industri Animasi

Jumat 14 Jun 2019 04:41 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Hafil

Film Animasi (Ilustrasi).

Film Animasi (Ilustrasi).

Foto: universal
17 persen wanita tercatat sebagai pembuat dan pengembang dalam seri animasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Laporan baru oleh USC Annenberg Inclusion Initiative menyatakan karakter perempuan di film dan serial animasi masih rendah, hanya saja terus meningkat. Laporan yang berjudul "Increasing Inclusion in Animation: Investing Opportunities, Challenges, and the Classroom to the C-Suite Pipeline" juga mencatat kesenjangan gender utama antara sutradara perempuan dalam film dan TV dalam animasi.

Hasil dari laporan itu memperlihatkan, hanya 17 persen dari 120 film animasi terbaru yang menampilkan karakter wanita sebagai pemeran utama atau pembantu. Sekitar 39 persen dari 100 serial TV animasi terbaru yang menampilkan pemeran wanita.

Nasib serupa pun berlaku di balik layar. Bahkan, wanita kulit berwarna bahkan lebih terpinggirkan dalam peran kreatif dan kepemimpinan dalam animasi.

"Studi ini memvalidasi apa yang telah kita ketahui selama ini, wanita adalah sumber daya kreatif yang belum dimanfaatkan dalam industri animasi," kata presiden Women in Animation Marge Dean dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari TheWrap, Jumat (13/6).

Dari jumlah sutradara wanita dalam animasi, hanya 3 persen sutradara film adalah wanita dan hanya 13 persen sutradara episode TV adalah wanita. Sementara masing-masing hanya 1 persen dan 2 persen adalah wanita kulit berwarna.

Sebanyak 17 persen wanita sebagai pembuat dan pengembang dalam seri animasi. Laporan tersebut juga mencatat, kemajuan bagi perempuan yang bergerak naik jenjang dalam film sebelum bisa menjadi sutradara.

"Sekarang kita memiliki pemahaman yang lebih besar tentang bagaimana angka-angka itu jatuh pada tempatnya dan solusi apa yang dapat membantu memperbaiki kekurangan ini, kita dapat mengambil langkah lebih besar menuju tujuan kita 50-50 pada tahun 2025," ujar Dean.

Laporan itu pun mencatat langkah positif di bidang lain, seperti 37 persen dari semua produser film animasi adalah wanita dibandingkan dengan hanya 15 persen dari produser untuk film live action. Sekitar 5 persen dari wanita dalam film animasi adalah wanita berwarna, dibandingkan hanya 1 persen dalam live action.

Lebih jauh lagi, lebih banyak wanita dalam animasi memegang peringkat eksekutif di perusahaan-perusahaan besar film dan TV animasi. Setengah dari Presiden dan eksekutif C-level di perusahaan film adalah perempuan.

"Proporsi wanita dalam peran kepemimpinan ini dalam animasi, dan kemajuan yang dicapai dalam dekade terakhir menunjukkan ada ruang di mana industri ini menganggap inklusi secara serius dan memengaruhi perubahan," kata salah satu penulis laporan  Dr. Stacy Smith.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA