Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Agen Perempuan Tangguh di Men in Black: International

Kamis 20 Jun 2019 17:56 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Men in Black: International

Men in Black: International

Foto: dok Sony Pictures
Men in Black: International sayangnya tak semenarik kisah-kisah sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengalaman berjumpa makhluk luar angkasa di masa kecil mengubah hidup Molly Wright (Tessa Thompson). Hingga dewasa, dia terobsesi bersua kembali dengan makhluk asal luar angkasa.

Molly juga berusaha menemukan Men in Black (MIB). Agen dari organisasi rahasia yang menjaga keharmonisan hubungan makhluk luar angkasa dan manusia itu pernah menetralkan ingatan orang tuanya.

Sederet pengalaman membawa Molly menemukan MIB. Namun, pencarian belum usai. Dia harus melalui sejumlah pelatihan dan melewati masa percobaan. Bisakah Molly melampaui tantangan itu?

Film Men in Black: International kembali dengan sekuel keempatnya. Sinema kini mengambil latar lokasi sejumlah kota lintas negara, termasuk Paris, New York, dan London.

Tokoh utama adalah Molly yang terobsesi menjadi agen MIB. Setelah berhasil menjadi Agent M, dia harus membuktikan diri pada atasannya, Agent O (Emma Thompson) dan High T (Liam Neeson).

Sebagian besar adegan berdurasi 115 menit itu menampilkan misi Agent M bersama Agent H (Chris Hemsworth). Pria itu adalah agen top yang cukup dihormati dan dibanggakan.

Sinema cukup mengobati kerinduan penggemar terhadap Men in Black, yang film pertamanya dirilis 1997. Makhluk luar angkasa dalam berbagai wujud dan para agen yang misterius memang menarik disimak.

Memilih sosok perempuan sebagai tokoh utama, menjadi pembeda dari sekuel-sekuel sebelumnya. Aksi Tessa Thompson menghidupkan karakter Molly yang cerdas dan selalu sigap bertindak patut diapresiasi.

Thompson beradu akting dengan Hemsworth di Thor: Ragnarok dan Avengers: Endgame. Keterkaitan emosional keduanya cukup terasa, sebagai rekan yang saling dukung sekaligus saling ejek.

Secara visual, film arahan sutradara F Gary Gray ini amat memanjakan mata. Banyak adegan laga menegangkan dengan senjata canggih, juga interaksi manusia-alien yang tampak nyata.

Sayangnya, jalan cerita film kurang memberikan kesan mendalam seperti sederet film MIB silam. Laman ulasan Rotten Tomatoes hanya memberikan peringkat 23 persen per Kamis (20/6).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA