Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Dalam Lima Bulan, 1.537 Warga Asing Masuk Bengkalis

Jumat 28 Jun 2019 00:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

 Petugas Imigrasi membawa sejumlah paspor.  (ilustrasi)

Petugas Imigrasi membawa sejumlah paspor. (ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Kedatangan warga asing terbanyak terjadi pada Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, bengkalis -- Dalam lima bulan terakhir warga negara asing (WNA) yang datang ke Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau melalui pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSSR) Selat Batu tercatat sebanyak 1.537 orang.

"Dari data yang kita miliki dari Januari hingga Mei 2019 ada sekitar 1.537 WNA yang datang ke Bengkalis melalui pelabuhan BSSR Selat Baru yang merupakan jalur antar negara tujuan Malaysia," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis, Toto Suryanto melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Jose Rizal, Kamis (27/6).

Dia menjelaskan, kedatangan WNA yang tertinggi terjadi pada Februari sebanyak 449 orang, kemudian Maret sebanyak 378 orang, Mei 280 orang, Januari 221 orang dan April 209 orang. "Untuk pengawasan terhadap WNA, kita tetap melakukan pemeriksaan di pelabuhan tersebut sesuai prosedur yang telah ada, terutama pengawasan terhadap narkoba," kata Jose Rizal.

Tidak hanya warga asing saja, sebaliknya warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan jalur lalu lintas pelabuhan BSSR ini juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi baik selama lima bulan terakhir. "WNI yang datang dari negeri jiran Malaysia melewati pelabuhan BSSR hingga lima bulan terakhir mencapai 31.360 orang, dengan rincian dari Januari sebanyak 5.350 orang, Februari 5.963 orang, Maret berjumlah 6.409 orang, April 6.200 orang dan Mei berjumlah 7.438 orang," kata Jose.

Dia mengatakan, peningkatan yang tinggi terjadi menjelang Idul Fitri dimana WNI yang ada di Malaysia banyak yang mudik ke sejumlah daerah melalui pelabuhan ini. "Data lainnya untuk WNI yang berangkat melalui pelabuhan ini dalam lima bulan terakhir sebanyak 29.361, tingginya angka ini karena kebanyakan masyarakat tempatan dan daerah lain berangkat untuk berobat dan merantau ke Malaysia," kata Jose.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA