Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Ikut Aku ke Neraka Padukan Horor dan Thriller

Kamis 04 Jul 2019 19:36 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Para pemain film Ikut Aku ke Neraka.

Para pemain film Ikut Aku ke Neraka.

Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Sutradara Ikut Aku ke Neraka memadukan unsur horor dan ketegangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Ikut Aku ke Neraka segera tayang di bioskop mulai 11 Juli 2019. Sang sutradara, Azhar 'Kinoi' Lubis, sengaja memadukan unsur horor dan ketegangan dalam sinema produksi Rapi Films tersebut.

"Horor, thriller, dan misteri adalah formula dan unsur yang menurut saya harus ada. Ingin menyuguhkan film horor yang tidak hanya menakut-nakuti, tetapi secara logika bisa diterima," ujarnya.

Film bercerita tentang pasangan suami istri Rama (Rendy Kjaernett) dan Lita (Clara Bernadeth). Mereka sedang menantikan kelahiran anak pertama. Hal mengerikan terjadi setelah Lita melakukan operasi kecil saat mengandung.

Sejak Lita menghilangkan tanda lahir di punggung, sosok gaib menyeramkan terus menerornya. Sampai dia melahirkan pun, makhluk tersebut mengikuti dan hampir mencelakai seolah hendak mengajak ke neraka.

Film diawali dengan beberapa adegan paralel. Ada seorang ibu dengan gangguan mental yang menjadi pasien rumah sakit jiwa. Ada pula gadis kecil yang dicemooh kawannya karena berbincang dengan yang tak tampak.

Misteri demi misteri akhirnya terkuak sepanjang durasi, menunjukkan ujung kisah yang mengejutkan. Film untuk penonton 17 tahun ke atas ini menampilkan pula sejumlah pembunuhan sadis berdarah-darah.

Warna temaram dan kelam sepanjang film cukup mendukung keseraman adegan. Cuaca berkabut, hujan dengan gemuruh guntur, serta sambaran kilat menyilaukan menjadi latar dominan pada keseluruhan film.
 
Kinoi mengatakan, dirinya ingin Ikut Aku ke Neraka memiliki rasa horor khas Indonesia. Cerita, hal mistis, dan teror lokal menjadi elemen penting dalam film. Selama 90 menit durasi, nuansa itu memang cukup terasa.
 
"Tidak hanya menghadirkan ketegangan, tapi bagaimana jumpscare (lonjakan ketakutan) ditempatkan pada waktu dan alasan tepat sehingga tepat membalut cerita," kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA