Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Galih Ginanjar Ditanya Soal Pembuatan Vlog dan Ikan Asin

Jumat 05 Jul 2019 20:27 WIB

Red: Christiyaningsih

Artis Fairuz A Rafiq (hijab biru muda) dan sang suami Sonny Septian (kemeja hitam) saat tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi laporan terhadap Galih Ginanjar Galih Ginanjar serta pemilik akun YouTube atas nama Rey Utami dan Pablo Benua atas ucapan yang melanggar unsur kesusilaan dan pencemaran nama baik.

Artis Fairuz A Rafiq (hijab biru muda) dan sang suami Sonny Septian (kemeja hitam) saat tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi laporan terhadap Galih Ginanjar Galih Ginanjar serta pemilik akun YouTube atas nama Rey Utami dan Pablo Benua atas ucapan yang melanggar unsur kesusilaan dan pencemaran nama baik.

Foto: Republika/Flori Sidebang
Galih Ginanjar diperiksa polisi terkait kasus pencemaran nama baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga Jumat sore, aktor Galih Ginanjar ditanyai penyidik terkait vlog dan pernyataan 'ikan asin' dalam pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya. Galih diperiksa polisi terkait kasus pencemaran nama baik.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh kuasa hukum Rihat Hutabarat yang mendampingi Galih Ginanjar dalam kasus tersebut. Pada Jumat (5/7), Galih Ginanjar memenuhi panggilan Ditkrimsus Polda Metro Jaya sebagai terlapor dalam kasus pencemaran nama baik dengan kata-kata 'ikan asin'.

Sekitar pukul 15.59 WIB, Galih bersama kuasa hukumnya tampak meninggalkan Ditkrimsus Polda Metro Jaya untuk istirahat dan menunaikan shalat Asar. Pemeriksaan terhadap dirinya telah berlangsung dari Jumat siang, dipotong dengan istirahat shalat Jumat dan makan siang.

"Baru sepuluh pertanyaan, biasa saja," kata Galih singkat saat ditanya soal pertanyaan yang diberikan padanya serta tanggapannya soal pemeriksaan tersebut.

Jumat ini penyidik memanggil dia dan pasangan vlogger Rey Utami dan Pablo Benua untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik itu. Mereka dipolisikan Fairuz A Rafiq setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial dan Galih menyamakan Fairuz dengan ikan asin.

Laporan Fairuz itu tertuang dalam laporan bernomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Terlapor, dalam hal ini Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dilaporkan atas tuduhan pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA