Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Stevie Wonder Akan Jalani Transplantasi Ginjal

Rabu 10 Jul 2019 04:22 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Hasanul Rizqa

Stevie Wonder

Stevie Wonder

Foto: AP
Rencana ini diungkap Stevie Wonder saat konser di London

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penyanyi Stevie Wonder mengumumkan rencananya untuk menjalani operasi transplantasi ginjal. Rencananya, transplantasi ginjal ini akan dilakukan pada September 2019.

Baca Juga

Rencana ini diungkapkan Wonder dalam konsernya di London, pada Sabtu lalu. Wonder akan menyelesaikan tiga pertunjukan terlebih dahulu sebelum menjalani operasi besar tersebut.

"Saya akan melakukan tiga pertunjukkan dan kemudian istirahat," jelas Wonder, seperti dilansir WebMD, Rabu (10/7).

Pemilik nama asli Stevland Hardaway Morris ini mengatakan ia sudah mendapatkan donor untuk transplantasi ginjal yang akan ia jalani. Akan tetapi, Wonder tak memberi informasi lebih lanjut terkait pendonor maupun kondisi kesehatannya.

Transplantasi ginjal merupakan salah satu opsi terapi yang biasa diberikan kepada pasien penyakit ginjal kronis (PGK). Opsi transplantasi ginjal untuk pasien PGK cenderung lebih disukai oleh dokter.

Salah satu alasannya, pasien PGK yang menjalani transplantasi ginjal memiliki harapan hidup lebih lama dibandingkan pasien PGK yang menjalani terapi dialisis.

Sebagai contoh, pasien dewasa beruisa 30 tahun yang menjalani dialisis dapat bertahan hidup selama 15 tahun. Namun bila pasien tersebut menjalani transplantasi ginjal, harapan hidup yang dimiliki akan melonjak hingga 30-40 tahun.

Selain memiliki harapan hidup yang lebih panjang, pasien PGK yang menjalani transplantasi ginjal juga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mereka tak harus meluangkan banyak waktu untuk menjalani dialisis setiap minggu sehingga dapat lebih produktif untuk bekerja.

Pasien PGK yang menjalani transplantasi ginjal juga memiliki aturan pola makan yang lebih longgar dibandingkan pasien PGK yang menjalani dialisis. Pasien PGK yang menjalani transplantasi ginjal juga umumnya merasa lebih memiliki banyak energi.

Meski lebih baik, tak banyak pasien PGK yang menjalani terapi transplantasi ginjal. Alasan utama transplantasi ginjal tak banyak dilakukan adalah karena keterbatasan pendonor. Ada lebih banyak jumlah pasien PGK yang membutuhkan donor ginjal dibandingkan jumlah pendonor ginjal.

"Mereka tidak memiliki pilihan lain ketika masuk ke dalam daftar tunggu untuk donor ginjal. Untuk mereka, dialisis merupakan penyelamat," terang Minesh Khatri MD.

Tentu transplantasi ginjal juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Tiga risiko utama dari transplantasi ginjal adalah reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal, efek samping dari obat-obatan, dan risiko pendarahan atau infeksi pascaoperasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA