Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Oktober, Boyzone akan Benar-Benar Berpamitan

Rabu 10 Jul 2019 14:41 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Konser Terakhir Boyzone. Grup boyband Boyzone saat tampil di Tenis Indoor Seayan, Jakarta, Ahad (24/3/2019) malam.

Konser Terakhir Boyzone. Grup boyband Boyzone saat tampil di Tenis Indoor Seayan, Jakarta, Ahad (24/3/2019) malam.

Foto: Republika/ Wihdan
Boyzone akan mengakhiri tur perpisahannya pada Oktober di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Memutuskan membubarkan diri, salah satu boyband paling sukses yang pernah ada, Boyzone, siap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada penggemar setelah 26 tahun mewarnai industri musik dunia. Grup vokal asal Irlandia itu berpamitan dengan cara termanis lewat "Thank You and Goodnight Tour" yang namanya sama dengan album studio ketujuh dan nomor finalnya di tangga lagu.

Boyzone telah memulai tur perpisahan keliling dunia sejak 29 Juni 2018. Mereka juga telah mampir untuk lambaian perpisahannya dengan penggemar di Indonesia pada Maret lalu.

Rencananya, Boyzone akan menutup rangkaian tur perpisahannya pada 25 Oktober mendatang di London Palladium, Inggris. Boyzone yang terkenal dengan lagu-lagu hits penuh cinta dan rasa patah hati itu akan berpisah untuk selamanya setelah tur berakhir.

"Sebenarnya ini sangat bagus dan rasanya tidak seperti yang terakhir kali," kata Shane Lynch salah satu anggota Boyzone, dikutip Times of India, Rabu (10/7).

Boyband yang terdiri dari Keith Duffy, Michael Graham, Ronan Keating, dan Lynch akan membawa penggemarnya pada akhir yang indah untuk satu perjalanan panjang dalam sejarah musik. Mengucap selamat tinggal tidak pernah mudah, namun kelompok ini bertekat melakukannya dengan sangat baik.

"Itu hal yang indah, Anda tahu, hubungan dan kesetiaan yang kami miliki dengan para penggemar. Mereka benar-benar terjebak dengan kami melalui semua itu," ujar Keating ketika menjelaskan tentang posisi pengemar bagi Boyzone.

Memulai karier musik dari Dublin, Irlandia, Boyzone berhasil mendunia untuk kembali lagi ke asalnya. Boyzone tetap kompak meski kehilanggan Stephen Gately yang meninggal pada 2009.

Di ujung kisahnya, Keating membayangkan rasanya berkolaborasi dengan grup K-Pop BTS. Ia menganggap BTS sebagai boyband yang ideal.

"Saya pikir itu akan keren untuk melihat Boyzone dan BTS. BTS adalah boyband paling cepat bersinar yang pernah saya lihat. Mereka adalah lambang boyband, semua yang kami inginkan dan kami coba, penari, penyanyi, pakaian. Sungguh luar biasa menyaksikannya! Anda tahu satu hal terakhir untuk Boyzone. Kami akan mengotori mereka sedikit dan mengajari mereka bagaimana tidak melakukannya," kata Keating.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA