Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Lima Tempat Wisata Menarik di DMZ Korea Selatan

Jumat 05 Jul 2019 07:11 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Para pengunjung menikmati foto hasil jepretan Choi Byung Kwan dalam pameran foto Demilitarized Zone (DMZ) di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (4/7).

Para pengunjung menikmati foto hasil jepretan Choi Byung Kwan dalam pameran foto Demilitarized Zone (DMZ) di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (4/7).

Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Wisatawan bisa belajar banyak melalui kunjungan ke DMZ.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wilayah Demilitarized Zone (DMZ) atau zona demiliterisasi yang menjadi simbol perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara kini ramai dikunjungi para pelancong dunia. Meski banyak peraturan dan jumlah kunjungan ke DMZ sangat terbatas, namun kian banyak pelancong yang justru penasaran untuk menjelajah zona penyangga yang terbentang sepanjang 249 kilometer ini.

Lalu wisata apa saja yang bisa dikunjungi di wilayah DMZ? Korea Tourism Organization (KTO) Indonesia membocorkan lima destinasi wisata menarik, sebagai berikut.

Panmunjeom
Medical Tourism Marketing Staff KTO, Seini IZ mengatakan, Panmujeon merupakan salah satu bagian dari sejarah DMZ yang wajib dikunjungi. Area ini juga dikenal sebagai Area Keamanan Bersama (Joint Security Area/JSA) yang dibentuk antara PBB dan Korea Utara setelah perjanjian gencatan senjata tahun 1953. Di area ini pelancong juga akan bisa melihat tentara Korea Selatan dan Korea Utara saling berhadapan.

“Panmunjeon juga merupakan pertemuan puncak antara Korea Utara dan Korea Selatan. Ini adalah jalan yang membawa kedua korea pada kedamaian,” kata Seini.

Panmunjeom terletak di Josan-ri, Gunnae-myeon, Paju-si, Gyeonggi-do. Area ini ditutup untuk umum pada hari Ahad, Senin dan hari libur nasional.

Yanggu Modern History Museum
Menurut Seini, di Museum ini terdapat pameran berbagai artefak yang berasal dari Korea Utara. Sekitar 15.000 artefak disumbangkan oleh Dr. Park Min-il dan jurnalis Song Gwang-ho untuk berbagi sejarah modern Korea Utara. Museum ini terletak di Geumgangsan-ro Cheorwon-eup, Cheorwon-gun, Gangwon-do.

Untuk mengunjungi museum itu tidak diperlukan reservasi sebelumnya. Adapun untuk waktu kunjungan mulai pukul 09.00 hingga 18.00 waktu setempat. Museum ini ditutup pada hari Senin, Tahun Baru, Seollal (Tahun Baru Imlek) dan pagi hari libur Chuseok. Untuk mengetahui lebih detail bisa mengunjungi laman http://www.ygpm.or.kr/.

Eco Peace Park
Seini menyampaikan, Eco Peace Park ini menyimpan pesan simbolis di mana perang, perdamaian dan ekologi hidup berdampingan. Untuk berkunjung ke sini tidak perlu reservasi jauh-jauh hari, mendaftar 30 menit sebelum keberangkatan juga dimungkinkan bisa diterima. Pusat pengunjung Eco Peace Park terletak di 479 Saengchang-gil Gimhwa-eup, Cheorwon-gun, Gangwon-do.

Untuk berkunjung ke sini, pelancong akan dikenakan biaya masuk. Dewasa dikenai biaya 3.000 won atau Rp 36 ribu, pelajar atau tentara dibiayai 2.000 won, penduduk Cheorwon-gun dikenai biaya 1.500 won. Jam buka selama musim panas yaitu pukul 10.00 dan 14.00 sedangkan musim dingin 10.00 dan 13.00 waktu setempat. Eco Park ini tutup pada hari Selasa, Hari Anak (5 Mei), Seollal (Tahun Baru Imlek) & liburan Chuseok.

Park Soo Keun Museum
Museum ini merupakan ruang budaya komprehensif yang memamerkan karya-karya seniman Park Soo Keun. Karya-karya yang dipamerkan mengekspresikan kebaikan dan kejujuran manusia. Pameran ini terdiri dari 3 lukisan minyak termasuk "Two Men Sitting" dan puluhan cetakan, cat air, dan gambar.

Menurut Seini, bagi pelancong yang datang sendiri tidak perlu reservasi sebelumnya. Namun diperlukan reservasi untuk tur grup. Museum ini terletak di 265-15 Parksookeun-ro Yanggu-eup, Yanggu-gun, Gangwon-do. Museum tutup pada hari Senin, Hari Tahun Baru, Seollal (Tahun Baru Imlek) & pagi Chuseok.

Third Tunnel
Third Tunnel atau terowongan ketiga adalah terowongan yang digali oleh tentara Korea Utara untuk memata-matai Korea Selatan. Terowongan ini memiliki panjang1.635 meter dan tinggi 2 meter. Meski terowongan ini terbilang curam, namun banyak pelancong yang ingin memicu adrenalin dengan mengunjungi terowongan ini.

Di area ini, pelancong juga tidak diperbolehkan memotret. Terowongan ini berada di bawah perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan dan membentang hingga Selatan Panmunjom.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA