Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Crawl, Kala Prahara Datang Bertubi-tubi

Jumat 12 Jul 2019 02:19 WIB

Rep: MGROL/ Red: Reiny Dwinanda

Kaya Scodelario (kiri) dan Barry Pepper dalam film Crawl.

Kaya Scodelario (kiri) dan Barry Pepper dalam film Crawl.

Foto: Paramount Pictures
Film Crawl menunjukkan ketangguhan ayah dan anak kala ditimpa prahara bertubi-tubi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah membayangkan saat pulang ke rumah, sudah tidak ada orang di sekitar rumah? Situasi sekitar rumah pun begitu sunyi.

Yang ada hanya badai besar yang menyebabkan rumah kebanjiran. Mungkin banyak orang pernah mengalami kondisi tersebut. Namun, kalau badai tersebut turut serta membawa buaya, tentu sebuah bencana besar, bukan?

Kondisi tersebut dialami seorang perempuan di film Crawl. Film berdurasi 87 menit ini akan membawa penonton merasakan tantangan yang bertubi-tubi. Sudah diterjang badai besar ditambah harus bertemu banyak buaya pula!

Crawl yang skenarionya ditulis Michael dan Shawn Rasmussen mengisahkan prahara yang menimpa Haley Keller (Kaya Scodelario). Badai besar terjadi di kawasan Florida yang menyebabkan penghuni kawasan tersebut harus mengevakuasi diri.

Heller kala itu sedang mencari ayahnya, Dave (Barry Pepper), yang tiba-tiba menghilang dan sulit dihubungi. Haley pun menerjang badai untuk menemui ayahnya yang ternyata berada di rumah keluarganya dulu.

Meski sudah bertemu ayahnya, Haley harus menerima kenyataan bahwa ia terperangkap di rumahnya yang sudah kebanjiran dan dikelilingi buaya. Buaya-buaya tersebut diperkirakan masuk dari pipa pembuangan saat badai terjadi. Kondisi diperparah karena Haley dan ayahnya berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan diri mengingat tanggul yang tak lama lagi akan jebol.

Bukan hanya memberikan efek menyeramkan bagi penonton, banyak pelajaran yang dapat diambil dari film yang disutradarai Alexandre Aja ini. Keberanian Haley menghadapi buaya dan hubungan anak dan ayah yang kental menjadikan film ini menarik untuk ditonton.

Kerja sama yang baik antara Haley dan ayahnya patut diacungi jempol. Meski rumah digenangi air, buaya yang ternyata berjumlah banyak serta Dave yang terluka, tidak menjadikan mereka pasrah. Mereka justru tetap berusaha saling menguatkan untuk segera keluar dari situasi sulit tersebut.

Kepiawaian Haley saat lomba berenang bersama buaya-buaya juga menjadikan film ini semakin menarik. Kemampuan renang Haley seakan diuji saat ia harus berhadapan dengan buaya-buaya tersebut. Haley dikisahkan sebagai seorang perenang yang sejak kecil dilatih oleh ayahnya. Film ini sudah diputar di bioskop-bioskop Indonesia sejak 10 Juli lalu. Jadi, sudah siap merasakan sensasi berenang bersama buaya?

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA