Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Pengacara Steve Bersyukur Kliennya Terhindar dari Hukum Mati

Rabu 17 Jul 2019 02:16 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkoba Steve Emmanuel seusai menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkoba Steve Emmanuel seusai menjalani sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Steve Emmanuel sebelumnya didakwa hukuman mati setelah terangkap membawa narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara aktor Steve Emmanuel bersyukur kliennya dibebaskan dari tuduhan sebagai pengedar narkoba sehingga terhindar dari ancaman hukuman mati seperti yang tercantum di Pasal 114 Ayat 2 UU Tentang Narkotika.

"Alhamdullilah atas vonis hakim karena Steve sudah keluar dari orang yang dituduhkan di mana-mana sebagai pengedar, bandar dan pasalnya sangat berat, 114 itu hukumannya mati. Alhamdullilah diputuskan dan dituntut sebagai pemakai saja," ungkap kuasa hukum Firman Chandra usai menjalani sidang pada Selasa (17/7).

Baca Juga

Sebelumnya, aktor bernama asli Chepas Emmanuel itu divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa. Vonis itu berdasarkan Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika karena Steve terbukti memiliki dan menyimpan narkotika golongan 1 bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ingin dia dikenai hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya hakim menolak Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 diberlakukan dalam kasus Steve meski pasal itu masuk dalam dakwaan primer JPU. Namun, jaksa akhirnya memilih Pasal 112 dibandingkan Pasal 114 saat penuntutan.

Steve Emannuel sebelumnya diamankan oleh Timsus III Narkoba Polres Jakarta Barat di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Desember 2018. Dia tertangkap dengan barang bukti berupa satu buah alat hisap kokain dan satu botol kokain seberat 92,04 gram. Karena kasus tersebut dia harus mendekam di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA