Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Anies: Sejak SMA Arswendo Selalu Aktif

Jumat 19 Jul 2019 23:19 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Andi Nur Aminah

mengunjungi rumah duka almarhum Arswendo Atmowiloto di Kompleks Kompas, Petukangan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).

mengunjungi rumah duka almarhum Arswendo Atmowiloto di Kompleks Kompas, Petukangan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).

Foto: Nugroho Habibi/Republika
.Arswendo seorang yang punya komitmen luar biasa dan selalu produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta mengunjungi rumah duka mendiang Arswendo Atmowiloto di Kompleks Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Anis mengungkap kenangan bersama Arswendo saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA). "Saya kenal beliau ketika masih di SMA," ungkap Anies saat ditemui dirumah duka, Jumat (19/7).

Anies mengungkapkan pertemuan awal dengan mendiang Arswendo terjadi pada saat dirinya masih aktif di pers SMA. Arswendo, pada waktu itu memiliki tabloid.

Baca Juga

Anies yang ingin mendistribusikan majalah ke sekolah di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta. Mengetahui hal itu, Arswendo mendukung langkah Anies. "Saya mengelola majalah yang dikirimkan ke sekolah-sekolah di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kita dapat dukungan dari beliau," kenang Anies.

Sejak saat itu, Anies mulai sering berinteraksi dengan Arswendo. Anies menilai, mendiang Arswendo adalah seorang yang cakap dan orang yang memiliki komitmen untuk memajukan nusa dan bangsa.

"Seorang yang punya komitmen luar biasa, selalu produktif dan bukan saja mencerahkan tapi membawa nuansa kita terbawa pada gagasan-gagasan beliau," tuturnya.

Arswendo Amtmowiloto meninggal dunia karena penyakit kanker prostat. Sebelum tiada, Arswendo Atmowiloto juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Pusat, Jakarta.

Arswendo Atmowiloto lahir di Solo, pada 26 November 1948. Semasa hidup ia dikenal sebagai sastrawan dan wartawan di berbagai majalah dan koran. Nama Arswendo makin dikenal luas setelah mendirikan PH dan memproduksi sinetron populer Keluarga Cemara hingga Satu Kakak Tujuh Keponakan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA