Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Hewan Peliharaan Datangkan Kenyamanan Bagi Remaja

Senin 15 Jul 2019 09:30 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Seorang pria dan kucing peliharaan (Ilustrasi)

Seorang pria dan kucing peliharaan (Ilustrasi)

Foto: Huffingtonpost
Banyak manfaat psikologis yang didapat remaja saat bermain dengan hewan peliharaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hewan peliharaan sering kali memainkan peranan khusus dalam kehidupan remaja. Hewan peliharaan diyakini bisa memberikan kenyamanan, terlebih hewan peliharaan tidak pernah menghakimi. 

Baca Juga

”Banyak remaja akan melaporkan "tidak menghakimi"  sebagai aspek hubungan yang sangat penting. Jika remaja itu kesal, hewan peliharaannya tidak akan menceramahi mereka seperti halnya orang dewasa,” kata psikolog perkembangan di Tufts University Megan Mueller, dilansir Channel News Asia, Senin (15/7).

Lebih jauh, menurut Dr Anne Downes, seorang dokter hewan di Westport, hewan peliharaan juga memberi kesempatan kepada para remaja untuk menikmati indahnya berbagi perasaan dan kasih sayang. Sebagian besar remaja merindukan keintiman emosional, tetapi seringkali itu diabaikan, disalahpahami, atau ditolak oleh orang lain.

“Hewan memberi tahu para remaja cara untuk peduli dan mencintai tanpa takut akan reaksi yang rumit atau menyakitkan,” kata Anne.

Hubungan dengan hewan peliharaan tidak hanya menawarkan ruang aman untuk keintiman emosional, tetapi juga memberi kontak fisik yang bermanfaat bagi remaja. Para psikolog telah lama mengetahui bahwa sentuhan hewan peliharaan dapat memainkan peran yang kuat dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Namun ,bagi remaja, pelukan bisa sulit didapat. Bahkan ketika memikul rasa sakit dan emosional yang hebat, remaja biasanya enggan dipeluk oleh orang tua mereka. Sementara beberapa remaja saling menjatuhkan dan mencari kenyamanan fisik dari rekannya kadang-kadang bisa menjadi langkah yang rumit atau keliru.

Dalam praktik klinis dengan remaja, Anne dikejutkan dengan temuan bahwa sering kali remaja menggambarkan mereka  akan berguling-guling di lantai dengan anjing, atau meringkuk dengan kucing atau kelinci peliharaan sebagai strategi yang andal untuk pulih dari hari yang mengerikan. Itu artinya, kontak fisik dengan hewan peliharaan dapat berdampak positif bagi sistem saraf manusia.

Kekuatan hewan yang bisa menghilangkan stres ini menginspirasi Whitfield School, sebuah sekolah swasta di St Louis Amerika Serikat (AS). Sekolah itu membiarkan seekor anjing golden retriever bernama Sunshine ada di kantor utamanya.

Ruth Greathouse, kepala sekolah dan orang yang membawa pulang Sunshine setiap malam, mengatakan bahwa anjing itu lebih banyak dikunjungi selama masa-masa tekanan tinggi tahun ini.

“Selama periode ujian akhir baru-baru ini, banyak anak-anak yang biasanya tidak datang malah datang untuk melihat Sunshine. Mereka datang untuk memberi dan mendapatkan kasih sayang. Kemudian mereka siap untuk melanjutkan ke hal berikutnya,” jelas Greathouse.

Menurut Greathouse, hewan juga bisa mengenali orang dengan kebutuhan emosional yang meningkat. Sunshine, yang selalu mengenakan tali ketika berkeliaran di koridor sekolah, kadang-kadang berjalan melewati 15 anak dan kemudian membuat keputusan untuk naik ke pangkuan siswa tertentu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA