Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Alasan Meghan tak Muncul di Sampul Vogue Inggris

Selasa 30 Jul 2019 00:02 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Foto: AP
Meghan merasa akan terlalu sombong jika ia tampil di sampul Vogue.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Percakapan Meghan Markle dan Michelle Obama, serta Pangeran Harry dan Dr. Jane Goodall berada di majalah Vogue Inggris. Perbincangan mereka berada di artikel berjudul Forces for Changes atau pasukan untuk perubahan.

Markle juga sebelumnya ditawari untuk muncul di sampul depan British Vogue. Namun, Duchess of Sussex itu menolak. Pemimpin redaksi Edward Enninful mengungkapkan sejak awal mereka berbicara tentang sampul majalah dan apakah ia akan ada di sana atau tidak.

Tetapi pada akhirnya Markle merasa beberapa hal akan terasa sombong bila dilakukan untuk proyek khusus ini.

“Dia ingin, sebagai gantinya, untuk fokus pada wanita yang dikagumi,” kata Enninful, dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir dari ET Online.

Enninful juga mengatakan momen Markle, sebagai bagian dari tokoh perubahan, menyunting  Vogue Inggris saja sudah menjadi suatu kehormatan, kebahagiaan, dan kejutan yang luar biasa. “Seperti yang akan Anda lihat dari pilihannya di seluruh majalah ini, Markle juga bersedia mengerjakan area yang lebih kompleks, seperti menyangkut pemberdayaan wanita, kesehatan mental, ras atau hak istimewa,” ujarnya.

Vogue Inggris dan Meghan Markle telah memilih wanita dari lini depan, mode, film, teknologi, kesehatan dan lain sebagainya unguk merayakan momen khusus. Bersama-sama, para wanita yang telah dipilih adalah bintang sampul Vogue Inggris untuk September mendatang dan kekuatan utama untuk perubahan di dunia saat ini.

Markle percaya para pembaca juga menjadi bagian dari momen ini. Sebagai hasilnya posisi ke-16 di sampul majalah adalah kaca untuk memasukkan refleksi wajah pembaca. Ini bertujuan mendorong mereka untuk menggunakan platfrom mereka sendiri untuk melakukan perubahan.

Adwoa Aboah, Adut Akech, Ramla Ali, Jacinda Ardern, Sinead Burke, Gemma Chan, Laverne Cox, Jane Fonda, Salma Hayek Pinault, Francesca Hayward, Jameela Jamil, Chimamanda Ngozi Adichie, Yara Shahidi, Greta Thunberg dan Christy Turlington Burns adalah perempuan tampil di sampul majalah.

Dalam pernyataannya, Meghan Markle membuka alasannya mengambil proyek besar tersebut. Menurut ibu satu anak itu, tujuh bulan terakhir ini merupakan proses yang berharga untuk mengambil isu mode yang paling banyak dibaca tahun ini dan mengarahkan fokusnya ke nilai-nilai, penyebab, dan orang-orang yang membuat dampak dalam dunia hari ini.

“Melalui lensa ini saya harap Anda akan merasakan kekuatan kolektif dalam berbagai perempuan yang dipilih untuk sampul, serta tim dukungan yang membantu untuk mengungkapkan ini. Saya harap pembaca terinspirasi dari apa yang saya lakukan,” katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA