Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kisah Amarah Seorang Bocah

Rabu 07 Agu 2019 17:21 WIB

Rep: Erik Iskandarsjah/ Red: Indira Rezkisari

Scary Stories to Tell in the Dark.

Scary Stories to Tell in the Dark.

Foto: CBS Films
Scary Stories to Tell in the Dark tidak bergaya mengejutkan ala jump scare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Layar bioskop Indonesia kembali dihiasi dengan cerita horor Internasional. Kali ini, kisah mencekam itu hadir lewar film dengan judul Scary Stories to Tell in the Dark.

Film garapan CBS Films ini menceritakan soal sekelompok anak yang tinggal di Mill Valley, California, Amerika Serikat (AS). Secara garis besar, kisah seram berawal saat mereka hendak menghadiri sebuah pesta halloween pada tahun 1968.

Tokoh utama dalam film ini adalah Zoe Colletti yang berperan sebagai Stella Nicholls. Saat itu, Stella dan beberapa sahabatnya kabur dari kejaran Tommy Milner yang diperankan oleh Austin Abrams. Tommy dan gerombolannya mengejar Stella dan geng-nya karena mereka telah melakukan keisengan yang membuat mobil Tommy rusak.

Stella dan tiga orang sahabatnya pun kabur ke perkebunan. Hingga akhirnya menemukan sebuah rumah besar yang dikabarkan sebagai sebuah rumah angker. Merasa penasaran, mereka masuk ke dalam rumah itu.

Keesokan harinya, Tommy dikabarkan hilang. Kepolisian tak mampu menemukan jasadnya. Ternyata, Stella merasa hal ini berkaitan dengan kesalahanya yang mengambil sebuah buku dari rumah angker tersebut.

Tak ingin membuat masalah, Stella pun mengembalikan buku itu ke lokasi semula. Tapi ternyata, buku itu tetap kembali ke rak buku di rumah Stella. Setelah itu, satu per satu orang terdekat Stella pun terancam nyawanya.

Film yang mulai tayang di bioskop di Indonesia pada Rabu (7/8) itu hadir dengan gaya yang cukup unik. Pasalnya, kisah yang diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama itu tak terlalu banyak menerapkan teknik jump scare yang dikenal mampu mengejutkan secara tiba-tiba.

Sang sutradara, André Øvredal, lebih memilih menghadirkan cengkeraman cerita yang hadir perlahan. Hal ini pun berhasil membuat penonton menahan napas dalam-dalam sambil mengendalikan pikiran yang menerka-nerka kejutan apa yang akan hadir.

Permainan visualnya pun cukup apik. Sesekali, perut penonton pun dibuat mual oleh beberapa scene yang hadir di luar dugaan. Artinya, film ini seakan berhasil melibatkan psikis penonton secara utuh. Penonton pun kerap dibuat geregetan oleh aksi kejar-kejaran dengan para monster yang mengincar nyawa para tokoh dalam film itu.

Selain Zoe Colletti dan Austin Abrams, film itu juga menghadirkan beberapa pemeran lain seperti Michael Garza, Gabriel Rush, Dean Norris, Gil Bellows dan Lorraine Toussaint. Hal menarik lain dalam film itu diantaranya adalah terkait penulisan dalam buku 'sakral' tersebut.




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA