Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Cara Apartemen di Jakarta Hadapi Pemadaman Listrik

Ahad 11 Aug 2019 20:01 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Sebuah toko mengunakan genset ketika mengalami pemadaman listrik, Jakarta, Senin (5/8).

Sebuah toko mengunakan genset ketika mengalami pemadaman listrik, Jakarta, Senin (5/8).

Foto: Republika/Prayogi
Hunian vertikal wajib menyediakan tenaga listrik cadangan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pemadaman listrik massal yang terjadi pada Ahad (4/8) hingga Senin (5/8) lalu di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah melumpuhkan sebagian besar aktivitas masyarakat dan layanan publik. Mulai dari layanan telekomunikasi, layanan transportasi, dan layanan publik lainnya.

Di saat pemadaman listrik yang terjadi hingga 12 jam lebih itu, ternyata di DKI Jakarta banyak juga hunian yang tidak terdampak blackout. Salah satunya Apartemen Sudirman Park, Jakarta Pusat. Apartemen yang dikelola oleh Inner City Management (ICM) itu sudah mengantisipasi pemadaman listrik jauh-jauh hari sebelumnya. “Ketika aliran listrik dari PLN padam, secara otomatis genset menggantikan aliran listrik tersebut,” kata Manager Apartemen Sudirman Park Luthfi Aldi di Jakarta, Ahad (11/8).

Dengan tetap adanya pasokan listrik dari generator, seluruh layanan di apartemen tersebut tetap bisa berjalan dengan baik. Lutfi mengatakan, kesiapan para pengelola apartemen dalam menghadapi pemadaman listrik sangat penting. Sebab hunian vertikal seperti apartemen berbeda dengan hunian di perumahan pada umumnya. Misalnya saja jika tidak ada pasokan listrik, maka lift tidak bisa dioperasikan dan akan sangat mengganggu aktivitas penghuni.

“Lift sangat vital bagi hunian vertikal. Karena tidak mungkin penghuni naik atau turun menggunakan tangga hingga lantai 30,” kata dia. Dia menjelaskan, Apartemen Sudirman Park ini memiliki genset dengan kapasitas hingga 2.000 kVA x 3. Dengan kapasitas sebesar itu bisa memenuhi pasokan listrik seluruh unit apartemen yang jumlahnya mencapai 2.130 unit.

“Jadi bukan hanya utilitas dan fasilitas umum saja yang bisa kami pasok listriknya, tapi hingga ke dalam unit-unit apartemen bisa terpenuhi 100 persen. Seperti tidak ada mati listrik saja,” kata Luthfi.

Hal serupa juga dilakukan oleh pengelola Apartemen Mediterania Garden Residence (MGR), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di saat tidak ada pasokan listrik dari PLN, kegiatan para penghuni apartemen ini tidak terganggu karena pengelola telah siap memasok listrik menggunakan genset. “Fasilitas di area publik tetap ada penerangan, namun untuk unit apartemen kami pasok secara terbatas,” kata Manager Apartemen Mediterania Garden Residence Bima N. Adriansyah.

Meskipun pasokan listrik untuk unit apartemen terbatas, itu sudah sangat cukup untuk menunjang kegiatan para penghuni. “Karena yang kami support listriknya adalah peralatan penunjang hidup, seperti kulkas, ac dan perangkat lainnya,” ujar Bima.

Apartemen di utara Jakarta ini memiliki genset dengan kapasitas 3.700 kVA yang dapat memasok listrik untuk lebih dari 2.700 unit apartemen yang ada di kawasan tersebut. Menurut Luthfi dan Bima, sejatinya dalam mengantisipasi pemadaman listrik PLN di apartemen memiliki proses yang cukup panjang. Dimana pihak pengelola harus terus melakukan perawatan terhadap genset, sekalipun genset tersebut jarang digunakan karena listrik di DKI Jakarta memang jarang padam.

“Jangan sampai karena jarang digunakan, maka tidak dirawat. Nanti ketika dibutuhkan justru tidak bisa berfungsi,” kata dia. Perawatan genset ini mirip dengan perawatan mesin pada umumnya. Misalnya mobil, karena tidak di service dan dipanaskan secara berkala, ketika akan digunakan atau dibutuhkan, justru mogok. Selain melakukan perawatan berkala, pengelola juga rutin memeriksa bahan bakar solar yang ada pada genset.

“Kapasitas tangka pada genset kami itu 20.000 liter, dan kemarin karena padam lebih dari 12 jam, solar yang terpakai sekitar 7.000 liter,” kata Luthfi. Para pengelola apartemen ini membeli solar dari agen penjual solar untuk industri, harga solarnya pun lebih mahal dari harga solar yang ada di SPBU. “Kami tidak mengenakan biaya solar lagi ke penghuni apartemen, karena ini sudah menjadi bagian dari layanan,” sahut Bima.

Pengelola apartemen sempat khawatir terhadap pasokan solar untuk industri akan sulit didapat pda saat pemadaman. Sebab, disaat yang sama, seluruh Gedung atau pemilik genset di Jakarta dan kota-kota lainnya pasti akan membeli solar disaat bersamaan. “Untungnya itu tidak terjadi, karena kami sudah memiliki cadangan ditangki. Untuk tulah pentingnya perawatan,” pungkas Luthfi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA