Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Priyanka Chopra Dituduh Dukung Perang Nuklir

Selasa 13 Aug 2019 13:01 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/Puti Almas/ Red: Indira Rezkisari

Priyanka Chopra

Priyanka Chopra

Foto: EPA
Cicitan Jai Hind Priyanka dinilai tidak sensitif oleh orang Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cicitan aktris Priyanka Chopra di Twitter pada Februari lalu kini berbuntut panjang. Cicitannya tersebut membuat Chopra kini dituduh mendukung terjadinya perang nuklir.

Baca Juga

Pada 26 Februari lalu, Chopra mengunggah cicitan "Jai Hind" yang berarti kemenangan untuk India. Cicitan ini merupakan bentuk dukungan Chopra kepada pasukan tentara India di tengah konflik antara India dan Pakistan yang meningkat kala itu. Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan tagar #IndianArmedForces.

Cicitan ini diunggah setelah pasukan tentara India melakukan serangan udara yang kemudian memicu respons balasan dari Pakistan. Kondisi ini membuat permusuhan di antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini semakin meningkat di wilayah Kashmir, wilayah yang menjadi area sengketa.

Sabtu lalu, seorang bernama Ayesha Malik yang hadir ke BeautyCon di Los Angeles mengonfrontasi Chopra terkait pesan di balik kicauan tersebut. Dalam sesi tanya jawab, Malik menyebut Chopra sebagai sosok yang munafik karena di satu sisi aktris tersebut mendukung perang nuklir terhadap Pakistan dan di sisi lain ia bekerja sebagai Goodwill Ambassador untuk UNICEF.

"Cukup sulit mendengar Anda berbicara mengenai kemanusiaan, karena sebagai tetangga Anda, seorang warga Pakistan, saya tahu Anda cukup munafik," ujar Malik yang kemudian mendapat banyak sorotan, seperti dilansir Independent.

Tak lama setelah itu, pihak panitia langsung mengambil mikrofon dari tangan Malik. Chopra membela diri dan mengungkapkan bahwa peperangan bukan sesuatu yang ia sukai. Namun di sisi lain Chopra juga mengaku bahwa ia seseorang yang partiotik.

"Saya minta maaf bila melukai perasaan orang-orang yang mencintai saya dan telah mencintai saya, tapi saya pikir kita semua memiliki semacam jalan tengah yang harus kita semua jalani, sama seperti yang mungkin Anda lakukan juga," ujar Chopra menanggapi.

Meski tak mendapatkan kesempatan bicara lagi, Malik mengungkapkan perasaannya melalui cicitan di Twitter. Dalam cicitan tersebut, Malik menuding bahwa Chopra mengabaikan pertanyaannya dan membuat ia tampak seperti orang yang jahat.

"Pryanka Chopra cicitan di waktu kita sedekat ini untuk saling mengirim nuklir. Alih-alih mengadvokasi perdamaian, dia berkicau untuk mendukung tentara India," tulis Malik melalui akun Twitter pribadinya @Spishaa.

Malik mengaku sulit untuk mendengar Chopra ketika aktris tersebut berkata bahwa mereka seharusnya menjadi tetangga dan mencintai satu sama lain. Perkataan tersebut membuat Malik teringat kenangan saat konflik terjadi, di mana ia tak bisa menjangkau keluarganya akibat pemadaman listrik. Malik mengaku merasa sangat takut dan tak berdaya kala itu.

"Dia membalikkan narasinya untuk membuat saya terlihat sebagai orang jahat. Sebagai duta PBB ini merupakan sikap yang sangat tidak bertanggung jawab," tulis Malik.

Minggu lalu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberi peringatan bahwa perang antara Pakistan dan India bisa terjadi setelah India mengumumkan rencana pencabutan status semi-otonomi dari wilayah sengketa Kashmir. Pihak tentara Pakistan bersumpah untuk melakukan apapun untuk tetap mendukung dan melindungi orang-orang di Kashmir.

"Tentara Pakistan akan berdiri tegak bersama warga Kashsmir dalam perjuangan pereka hingga titik terakhir," ungkap Kepala Tentara Pakistan Jendral Qamar Javed Bajwa.

Seperti diketahui, Pakistan mengklaim Kashmir sebagai bagian dari wilayah teritorial Pakistan. Di sisi lain, India sudah melakukan dua kali peperangan untuk mengklaim Kashmir sebagai wilayah teritorial India.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA