Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Demonstrasi Hong Kong Bikin Selebritas Terbelah

Jumat 16 Aug 2019 00:35 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Salah seorang selebritas asal Cina yang telah mendunia, Jackie Chan

Salah seorang selebritas asal Cina yang telah mendunia, Jackie Chan

Foto: EPA
Sebagian selebritas setempat mendukung China daratan, sebagian lain dukung Hong Kong.

REPUBLIKA.CO.ID, Aksi Protes Hong Kong Pengaruhi Sikap Politik Selebriti di Dunia Hiburan Cina

BEIJING-- Aksi protes di Hong Kong telah memasuki pekan ke-10. Kini, situasi politik yang memanas mulai merambah ke dunia hiburan.

Para pemain film terpecah menjadi dua kubu, yakni mereka yang mendukung demonstran dan mereka yang mendukung pemerintah lokal dan sikap Cina daratan.

Meskipun banyak selebritas Hong Kong yang relatif diam tentang masalah ini, beberapa di antara telah bersuara soal sikap politiknya. Aktor Chapman To dan Anthony Wong Chau-sang, penyanyi pop Kanton Anthony Wong Yiu-ming, serta aktris Denise Ho juga penyanyi Denise Ip bahkan bergabung dengan para demonstran.

Kehadiran Denise Ip (71) di berbagai demonstrasi dan kritik publik terhadap penolakan pemerintah Hong Kong untuk secara resmi menarik kembali tagihan ekstradisi, telah mendorong platform streaming musik utama Cina menghapus lagu-lagunya dari aplikasi-aplikasi top, seperti QQ, Xiami, dan NetEase Cloud Music.

“Hong Kong bisa diselamatkan,” kata Ip pada media lokal, seperti yang dilansir Variety, Kamis (15/8).

Aktris Hong Kong Charmaine Sheh yang bermain di Story of Yanxi Palace dan Line Walker diserang pembuat onar profesional Cina di media setelah ia menyukai unggahan Instagram yang menggambarkan protes, meskipun platform itu diblokir di Cina. Ia kemudian meminta maaf di media sosial Cina.

“Saya terkejut ketika saya menyadari apa yang ada di unggahan tersebut,” ujar Sheh.

Berbeda dengan aktor Tony Leung Ka-fai, penyanyi Allan Tam dan Kenny Bee ikut serta dalam demonstrasi pro polisi pada 30 Juni lalu. Bee naik panggung untuk mengkritik para pendemo muda. Anggota band The Wynners itu menganggap mereka konyol. Sementara itu, Leung berpose dengan tanda bertuliskan “Dukung Polisi”.

Akibatnya, penggemarnya pun protes. Foto dan video mereka saat merobek dan menghancurkan album serta poster Tam menjadi viral. Film debut Leung sebagai sutradara, Midnight Diner, dijadwalkan akan diputar di bioskop daratan pada 30 Agustus mendatang.

Pengguna media sosial segera online dan mencatat filmnya tidak dapat mendapatkan tanggal pemutaran. Tetapi akhirnya mendapatkan satu setelah penampilannya di demonstrasi.

Awal bulan ini, setelah pengunjuk rasa membuang bendera Cina ke laut, siaran media nasional Cina CCTV meluncurkan kampanye media sosial dengan tagar "1,4 miliar pelindung bendera nasional". Tagar itu telah dicicit ulang oleh bintang dunia Jackie Chan, sutradara Pang Ho-Cheung, aktor Shawn Yue, dan anggota K-pop GOT7 kelahiran Hong Kong, Jackson Wang. Mereka telah menyatakan diri mereka pelindung bendera.

Chan sebelumnya menyatakan ketidaktahuan ketika ditanya sikapnya soal protes Hong Kong. Tetapi bintang Jam Rush itu memberi tahu ia mencicit ulang tagar pelindung bendera nasional dan membuat pernyataan “Saya adalah pelindung bendera nasional.

“Hong Kong adalah tempat kelahiran dan kampung halaman saya. Cina adalah negara saya. Saya mencintai negara dan kota asal saya,” kata Chan.

Penyanyi pop Cina Lay membatalkan konser Sabtu (17/8) di Hong Kong. Anggota grup K-pop EXO ini mengutip masalah keamanan karena protes. Namun kemudian ia mengunggah sikap politiknya yang mendukung polisi Hong Kong di Instagram.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA