Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Aksi Boikot Mulan di Cina Bisa Terus Berkembang

Rabu 21 Aug 2019 11:59 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Film Mulan

Film Mulan

Foto: dok Disney
Disney masih belum melakukan apapun untuk meredam pemboikotan Mulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Crystal Liu, pemeran Mulan dalam film Disney yang akan datang mendukung tindakan keras polisi Hong Kong terhadap para demonstran pro demokrasi. "Saya mendukung polisi Hong Kong, Anda bisa melawan saya sekarang," tulisnya dalam platform media sosial Weibo, kepada 65 juta pengikutnya.

Baca Juga

Tulisan ini ditambah tagar "IAlsoSupportTheHongKongPolice," dengan emoji hati. Aksinya memicu pemboikotan film Disney tentang Mulan di berbagai negara termasuk China.

Disney tetap diam sejauh ini. Masalahnya tidak akan hilang dalam waktu dekat untuk studio, yang satu tahun terakhir berhasil mendapatkan 12 persen pendapatannya dari Cina.

"Disney tidak dapat mendukung para pengunjuk rasa karena bisnis mereka di Cina terlalu penting," kata Stanley Rosen, seorang profesor di USC yang berspesialisasi dalam industri hiburan Cina. Hal yang sama juga tidak bisa dilakukannya terhadap Cina.

Studio sekarang berisiko akibat tagar #BoycottMulan. Tapi jika Disney menjauhkan diri dari pernyataan bintangnya, sikap tersebut bisa jadi memicu kemarahan otoritas Partai Komunis Cina, yang pandangannya mengatur Hong Kong sebagai salah satu masalah mendesak mereka.

Sebuah sumber yang dekat dengan Liu mengatakan dia telah diperlakukan tidak adil. Sebab banyak selebritas Cina yang menyuarakan dukungan untuk Beijing, termasuk Jackie Chan dan Tony Leung Ka-fai.

Meskipun para pengunjuk rasa marah kepada semua artis yang tidak mendukungnya, tapi Liu merupakan sasaran empuk karena filmnya yang akan tayang Mulan pada 27 Maret.

Keputusan nyata studio untuk mencoba meredam urusan boikot Mulan menjadi dilema PR yang sulit. Disney berada di tempat yang canggung karena harus menyelaraskan kepentingannya dengan Beijing dan Pemerintah Hong Kong.

Lagipula, bukan berarti CEO Disney Bob Iger tidak mengambil sikap pada topik-topik politik yang panas sebelumnya. Dia mengundurkan diri dari dewan penasehat bisnis Presiden Trump menanggapi keputusan Trump yang menarik diri dari kesepakatan iklim Paris, dilansir dari Hollywood Reporter.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA