Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

5 Penyakit yang Umum Terjadi dari Gigitan Anjing

Sabtu 07 Sep 2019 08:56 WIB

Rep: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)/ Red: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)

Foto: akc.org

Foto: akc.org

Kabar seekor anjing jenis Belgian Malinois yang menggigit seorang ART bikin resah

Kabar seekor anjing jenis Belgian Malinois yang menggigit seorang ART (Asisten Rumah Tangga) bernama Yayan (35) hingga tewas sedang ramai diperbincangkan. Anjing tersebut ternyata milik presenter di salah satu televisi swasta, Bimo Aryo.

Bimo sendiri belum mengetahui kronologi kejadian tersebut karena ia tengah sibuk mengurus pernikahannya. Mengutip Antara, Selasa (3/9), Bimo mengaku belum mengetahui informasinya.

Gigitan anjing memang tidak hanya menyebabkan luka tetapi juga bisa menyebarkan kuman. Berikut ini beberapa penyakit yang umum terjadi bila terkena gigitan anjing. 

Rabies

Rabies merupakan virus yang mempengaruhi otak dan hampir selalu berakibat fatal bila gejalanya muncul. Virus ini biasanya menyebar melalui gigitan atau air liur hewan yang terinfeksi. Untuk mencegah rabies bisa dilakulan dengan cara vaksinasi anjing.

Tetanus

Selain rabies bisa juga menyebabkam tetanus. Tetanus dapat menyebabkan kelumpuhan kaku pada orang dan malah bisa menjadi masalah pada luka gigitan dalam.

Baca Juga: KLB Rabies di NTB: 149 Orang Digigit Anjing, 19 Positif Rabies

Bakteri capnocytophaga

Bakteri capnocytophaga berasal dari mulut anjing dan kucing, tetapi tidak membuat sakit. Bakteri ini bisa menyebar atau menular ke manusia melalui gigitan dan goresan anjing atau kucing.

Pasteurella

Pasteurella umumnya terjadi dengan infeksi merah yang menyakitkan di tempat gigitan. Namun kondisi ini bisa lebih serius bila terkena pada orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Akibat dari pasteurella bisa menimbulkan kelenjar bengkak, kesulitan bergerak, hingga pembengkakan pada sendi.

MRSA

Infeksi dari bakteri ini bisa menyebabkan infeksi kulit, paru-paru dan saluran kemih pada manusia. Pada beberapa orang, MRSA dapat menyebar ke aliran darah atau paru-paru dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. (Berbagai sumber)

BACA JUGA: Update Berita-Berita HEADLINE Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA