Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Johnny Depp Bela Iklan Parfum Dior 'Sauvage'

Selasa 10 Sep 2019 19:16 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Johnny Depp

Johnny Depp

Foto: EPA
Johnny Depp menjadi bintang iklan parfum Sauvage Dior.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktor Johnny Depp membela iklan parfum Dior yang dibintanginya. Iklan parfum "Sauvage" dituding bermuatan rasisme dan perampasan budaya karena penggambarannya mengenai penduduk asli Amerika.

“Tidak pernah ada. Bagaimana mungkin ada atau bagaimana akan ada hal atau niatan yang tidak terhormat. Video ini dibuat berdasarkan rasa hormat yang besar kepada masyarakat adat, tidak hanya di Amerika Utara tetapi di seluruh dunia,” ujar Depp dalam artikel yang diterbitkan pada Ahad lalu, seperti dilansir USA Today, Selasa (10/9).

Baca Juga

Menurut Depp, hal tersebut sangat disayangkan ketika orang-orang merasa keberatan dengan adanya kampanye tersebut. Dia mengatakan, keberatan yang orang-orang itu tunjukan adalah tetap keberatan mereka.

Sejak banyaknya serangan pada iklan parfum Dior, kini seluruh jejak teaser awal telah dihapus di seluruh media sosialnya, termasuk Twiter yang menyebabkan banyaknya kicauan balasan.

Iklan kampanye yang menunjukan Depp ketika berkeliaran di padang pasir dengan gaya khasnya, sedang unjuk kebolehan bermain gitar di alam terbuka. Sementara itu, para penduduk asli Amerika sedang melakukan tarian perang dengan pakaian tradisionalnya.

Menurut THR, penggoda dalam iklan tersebut merupakan cuplikan untuk film yang lebih besar dan disutradarai oleh Jean-Baptiste Mondino. Namun , Depp mengatakan bahwa apa yang di-posting tersebut tidak mewakili film secara penuh.

Dior mengklaim, iklan kampanye itu dikembangkan bersama dengan konsultan penduduk asli Amerika. Namun demikian, iklan tersebut justru mendapat kritik keras karena dianggap tidak peka dan memiliki nama yang ofensif.

"Sauvage" dalam bahasa Prancis memiliki beragam makna, termasuk liar. Terlepas dari kritik ini, Depp mengatakan iklan itu dibuat dengan "rasa hormat dan cinta yang besar" untuk penduduk asli Amerika.

“Itu adalah video yang dibuat dengan rasa hormat yang besar dan cinta yang besar terhadap penduduk asli Amerika untuk memberikan cahaya kepada mereka. Mereka belum mendapatkan bantuan terbesar dari pemerintah Amerika Serikat," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA