Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Taufik Hidayat: Habibie Sebut Bulu Tangkis Menyatukan Kita

Jumat 13 Sep 2019 04:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Mantan Atlet Bulutangkis Taufik Hidayat (kiri) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Mantan Atlet Bulutangkis Taufik Hidayat (kiri) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Taufik Hidayat dan pebulu tangkis andalan Indonesia era 90-an kenang sosok Habibie.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para atlet yang berkiprah pada tahun 1990-an mengenang interaksi mereka dengan Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie. Bapak Demokrasi Indonesia yang wafat Rabu (11/9) itu disebut sebagai sosok yang ramah dan bijaksana.

Mantan pebulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat mengungkapkan bahwa ia ingat betul kata-kata Habibie yang disampaikan kepada timnas yang baru pulang dari Thomas Cup 1998. Kala itu, situasi di dalam negeri sedang panas.

"Meskipun saya bukan dalam tim Thomas Cup, tapi pesan Pak Habibie begini, 'meskipun negara kita sedang rusuh, tapi hanya bulu tangkis yang menyatukan dan mengharumkan Indonesia melalui Thomas Cup itu'," kata Taufik yang pernah berpartisipasi pada SEA Games 1999, di Jakarta, Kamis.

Senada dengan Taufik, Hariyanto Arbi yang bermain pada ajang Piala Thomas 1998 itu mengatakan bahwa Habibie adalah sosok yang ramah.

"Pak Habibie yang saya tahu orangnya ramah dan dia selalu mengingatkan bawa meskipun kita berbeda-beda, tapi jika bisa bersatu akan jadi kekuatan yang dahsyat," kata Hariyanto ketika mengenang Habibie.

Kata-kata itu disampaikan Habibie dalam sambutannya saat menyambut tim Indonesia yang menang pada Piala Thomas 1998. Sementara itu, rekan satu tim Hariyanto, Hendrawan, juga turut mengenang bahwa tim Indonesia saat itu dilepas oleh Presiden Soeharto untuk berangkat ke Hong Kong mengikuti Thomas Cup, tetapi pulang disambut oleh Presiden BJ Habibie.

"Pak Habibie cuma bilang kepada Tim Piala Thomas yang juara pada situasi sulit. 'Sedikitnya bisa mengobati luka bangsa akibat kerusuhan'," kata Hendrawan.

BJ Habibie wafat di RSPAD setelah menjalani perawatan intensif sejak awal September. Ia dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta, Kamis di sebelah pusara istrinya Ainun Habibie.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA