Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Meghan dan Harry Tuntut Media Sebar Surat Pribadi

Rabu 02 Okt 2019 06:46 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Foto: AP
Harry menyangkutkan kasus surat pribadi Meghan dengan Putri Diana.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Meghan Markle dan suaminya Pangeran Harry telah membuka proses hukum terhadap Mail on Sunday, Selasa (1/10). Tuntutan itu karena media tersebut menerbitkan surat pribadi yang ditulis Duchess of Sussex kepada ayahnya.

Awal tahun ini, tabloid menerbitkan surat dengan tulisan tangan Meghan untuk Thomas Markle. Dalam isi surat tersebut menjelaskan, dia mengungkapkan kesedihannya tentang hubungan mereka yang terputus. Setelah mendapatkan surat tersebut, Thomas kemudian mengontak media itu, dan dia pun segera berbagi surat tersebut.

Pasangan itu menggunakan bantuan konsultan Schillings untuk mengurus masalah tersebut. Mereka menuntut penyalahgunaan informasi pribadi, pelanggaran hak cipta, dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data 2018. Schillings mengatakan, mereka mengejar kasus itu setelah Associated Newspapers, perusahaan Mail on Sunday, tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan.

Pangeran Harry pun ikut mengambil tindakan dengan menerbitkan pernyataan di situs web pribadi untuk menegaskan tindakan hukum yang diambil. Dia mengatakan, laporan itu tidak dapat menghentikan kabar tentang hubungan yang tegang antara Meghan dan ayahnya. Langkah yang diambil menyajikan satu-satunya kesempatan untuk melawan.

"Tindakan hukum khusus ini bergantung pada satu kejadian dalam pola perilaku yang panjang dan mengganggu oleh media tabloid Inggris. Isi surat pribadi diterbitkan secara tidak sah dengan cara yang secara sengaja merusak untuk memanipulasi Anda, pembaca, dan lebih lanjut dalam agenda memecah belah dari kelompok media yang bersangkutan," tulis ayah satu anak itu, dikutip dari DW, Rabu (2/10).

Surat pribadi yang disebar, menurut Harry, merupakan bentuk intimidasi, sesuatu yang menakuti dan membungkam orang. "Kita semua tahu ini tidak dapat diterima, pada tingkat apa pun. Kita tidak akan dan tidak bisa percaya pada dunia di mana tidak ada pertanggungjawaban untuk ini," ujarnya.

Dalam pernyataan itu, Harry pun menyangkutkan kasus tersebut dengan mendiang ibunya Putri Diana. Dia melakukan kilas balik ketika ibunya hanya menjadi komoditi bahan pemberitaan tanpa melihat melihat dia sebagai sosok manusia normal seperti yang lainnya.

"Saya kehilangan ibu saya dan sekarang saya melihat istri saya menjadi korban kekuatan yang sama," kata Harry. Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997 setelah diikuti oleh paparazzi di jalanan Paris, Prancis.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA