Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Michelle Obama akan Rilis Buku Kedua pada November

Senin 07 Oct 2019 21:05 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Michelle Obama

Michelle Obama

Foto: AP
Memoar Michelle Obama akan dirilis pada 19 November.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Setahun setelah merilis memoarnya, Becoming, Michelle Obama akan merilis kembali bukunya pada November tahun ini. Becoming: A Guided Journal for Discovering Your Voice akan dirilis pada 19 November dan menampilkan pengantar dari mantan ibu negara AS ini.

Jurnal pendamping ini dimaksudkan untuk membantu pembaca menangkap perjalanan mereka sendiri melalui kehidupan. Dilansir di People, Senin (7/10) disebutkan, buku ini mencakup lebih dari 150 pertanyaan dan kutipan yang menginspirasi yang selaras dengan tema-tema utama dalam memoar Michelle Obama.

Menurut Penerbit Penguin Random House, buku ini dirancang untuk membantu pembaca merenungkan sejarah pribadi dan keluarga mereka, tujuan, tantangan, dan impian mereka, apa yang menggerakkan mereka dan membawa mereka untuk berharap, serta masa depan apa yang mereka bayangkan untuk diri mereka sendiri dan komunitas mereka.

Memoar Michelle Obama meroket ke posisi nomor 1 dalam daftar buku terlaris The New York Times setelah satu pekan penerbitannya pada November 2018. Edisi hardcover-nya terjual lebih banyak dari buku lain yang diterbitkan di AS pada 2018, menurut siaran pers dari tur bukunya, yang berakhir awal tahun ini.

Dia dan suaminya, mantan Presiden Barack Obama, juga sibuk di tempat lain. Selain terus mengerjakan memoarnya, dia bersama sang suami sedang mengembangkan serangkaian program untuk Netflix.

Becoming menawarkan kisah yang jujur ​​tentang kehidupannya, pernikahannya, perjalanan saat mengandung kedua putrinya Malia dan Sasha, dan saat-saat keluarga di Gedung Putih. Memoar itu juga memuat pemikirannya tentang Presiden Donald Trump.

Dalam wawancara di rumah dengan People pada tahun lalu, Michelle berbicara tentang betapa berharganya keterbukaan. Selain itu, tentang dia dan suaminya yang mencari konseling untuk hubungan mereka.

"Karena kami adalah panutan, penting bagi kami untuk jujur ​​dan berkata, 'Jika kamu menikah dan ada saatnya kamu ingin pergi, itu normal,' karena aku merasa seperti itu,” kata perempuan berusia 55 tahun itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA