Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

7 Tips Mengatur Pernapasan Saat Berlari

Ahad 13 Okt 2019 00:56 WIB

Rep: Ronald Ricardo (cek n ricek)/ Red: Ronald Ricardo (cek n ricek)

Sumber: The Bearded Runners

Sumber: The Bearded Runners

Bagi Anda yang kesulitan mengatur napas saat berlari, berikut 7 teknik pernapasan

Suka olahraga lari? Jika iya, Anda harus benar-benar mengatur napas agar tidak terlihat lelah dan sesak napas. Dengan pengaturan napas yang baik tentu bisa mendapatkan kerja jantung yang bagus untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Bagi Anda yang kesulitan mengatur napas saat berlari, berikut 7 teknik pernapasan yang mungkin bisa dipelajari.

Lakukan dari Waktu yang Paling Sebentar

Jalan cepat saja sudah buat napas terengah-engah dan mungkin akan semakin berat saat berlari. Untuk melatihnya, Anda bisa melakukan lari kecil dalam waktu 5 menit tanpa berhenti. Tidak perlu dipaksakan, berhentilah saat Anda sudah mulai lelah.

Kalau memang bisa melakukannya lebih jauh, lanjutkan sampai titik yang Anda mampu. Setelah melakukannya dalam beberapa saat, naikkan durasi lari. Pastikan Anda memakai kecepatan yang sama sepanjang lari. Biarkan tubuh yang menyesuaikan kondisinya.

Mengatur Napas saat Kelelahan

Bila sudah cukup rutin melakukan jogging dengan durasi yang sedikit panjang (10-15 menit tanpa henti), cobalah untuk melakukan sprint. Kerahkan semua kemampuan saat berlari. Berlarilah 2-3 titik dengan kecepatan penuh.

Hal ini akan membuat Anda terengah-engah lebih dahsyat. Saat inilah latihan dimulai. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang sambil mengatur tempo napas supaya teratur. Saat sudah terbiasa, Anda akan semakin cepat mengatur napas pada saat kelelahan dan membuat Anda tetap tenang saat berlari.

Menggabungkan Berlari dan Berjalan

Jogging dengan kecepatan yang sama akan membuat Anda bisa menempuh jarak yang jauh. Hal itu akan sangat berbeda jika Anda mengubah kecepatan. Perubahan kecepatan drastis akan buat kerja paru-paru berubah, dan inilah yang membuat cepat lelah, tapi jelas Anda bisa melatih pernapasan lebih bagus lagi.

Sumber: Tribunnews

Baca Juga: 4 Olahraga Ringan Untuk Jantung Sehat

Tidak perlu panjang-panjang, cukup berlari dengan kecepatan sedang selama 2-3 menit, lalu berajalan selama 30 detik. Lakukan pola tersebut dalam beberapa kali. Jika sudah lebih siap, Anda bisa menambah durasi berlari yang lebih panjang.

Berlari dalam Ruangan

Inilah alasan Anda harus juga mencoba olahraga di gym. Semua gym menggunakan AC yang cukup dingin dan itu bisa sangat mengganggu pernapasan. Selain itu, udara dalam ruangan juga akan berbeda dengan udara outdoor. Selain membuat tubuh akan terbiasa dengan berbagai medan, kodisi itu juga merupakan latihan yang bagus untuk pernapasan.

Berjalan dengan Langkah Panjang

Latihan pernapasan bukan hanya saat berolahraga. Anda juga bisa melakukannya saat beraktivitas sehari-hari. Syaratnya, cukup lebih sering berjalan saja. Namun, bukan jalan kaki yang biasa. Anda harus buat langkah yang lebih besar dari biasanya. Langkah besar akan membuat kerja jantung meningkat. Tugas Anda adalah menjaga napas tetap normal saat tiba di tempat tujuan.

Bernapas dengan Mulut

Sumber: The Bearded Runners

Biar pun dalam praktiknya banyak orang yang tetap menyarankan lewat hidung, bernapas lewat mulut saat berlari sepertinya jadi hal yang lebih baik. Saat berlari, Anda butuh lebih banyak volume oksigen dan asupan oksigen dari hidung akan terasa kurang. Pasalnya, mulut bisa mengambil udra yang lebih banyak. Anda cukup menghirup udara dalam-dalam dan lakukan pernapasan yang stabil.

Berlari pada Tempo yang Tepat

Akhirnya Anda menyadari bahwa setiap orang akan punya kecepatannya masing-masing. Anda akan mampu berlari dengan kecepatan yang berbeda dengan orang lain. Saat kecepatan itulah Anda bisa bernapas dengan baik. Jika menambah kecepatan, mungkin saja akan langsung lelah.

Ada hal yang harus diwaspadai ketika berlari. Anda bisa saja menderita pusing dan mual karena kekurangan oksigen. Tetap tenang karena kondisi itu akan hilang beberapa saat setelah napas Anda kembali normal. Karena itu, tetap jaga napas Anda meskipun sudah dalam keadaan lelah sekali.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA