Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Ajari Aku Islam Tayang di Tiga Negara

Ahad 20 Oct 2019 05:14 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Aktor Roger Danuarta melakukan syuting film berjudul Ajari Aku Islam di Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/2/2019).

Aktor Roger Danuarta melakukan syuting film berjudul Ajari Aku Islam di Medan, Sumatera Utara, Selasa (19/2/2019).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Roger Danuarta menjadi pemeran utama Ajari Aku Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, Ajari Aku Islam// Film untuk Semua Kalangan

JAKARTA -- Ajari Aku Islam tayang di Indonesia, Malaysia, dan Singapura sejak 17 Oktober 2019. Sinema drama religi itu menyasar penonton semua kalangan dari berbagai latar belakang.

Baca Juga

Film Ajari Aku Islam menampilkan Roger Danuarta, Cut Meyriska, Rebecca Regina, Shinta Naomi eks JKT48, Miqdad Addausy, August Melasz, dan Asrul Dahlan. Produser Jaymes Riyanto mengatakan, film yang terinspirasi kisah nyata itu diperuntukkan bagi siapa saja.

"Ini mungkin dianggap sebagai isu sensitif di kalangan awam. Padahal bukan film agama, tetapi film tentang prinsip dan falsafah hidup, film untuk semua ras dan agama," ujar Jaymes pada konferensi pers dan pemutaran film.

Sinema arahan sutradara Deni Pusung itu terinspirasi kisah nyata yang dialami Jaymes. Meski Jaymes bukan seorang Muslim atau mualaf, dia sangat menyukai suara azan dan gemar membaca hadis.

Lewat film, Jaymes ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Islam itu indah dan cinta kedamaian. Ada banyak ajaran serta prinsip dalam Islam yang berguna untuk kehidupan insan manusia.

Ajari Aku Islam merupakan kolaborasi rumah produksi RA Pictures dan Retro Pictures. Bersama Jaymes, Raffi Ahmad dan Fransen Susanto memproduseri film yang skenarionya ditulis Haris Suhud dan Yunita R Saragih.

Produser Fransen Susanto berharap Ajari Aku Islam dengan genre drama religi bisa diterima oleh semua kalangan. Film untuk penonton 13 tahun ke atas itu memuat nilai-nilai positif yang bisa dipetik siapapun yang menyimak.

Menurut Fransen, nilai tambah film adalah kisah yang terinspirasi kejadian nyata. Selain pengalaman spiritual Jaymes, cerita berkaitan pula dengan pemeran utama Roger Danuarta yang menjadi mualaf beberapa waktu lalu.
 
"Bagi saya, film adalah seni, sesuatu yang menghibur sekaligus bagaimana agar film itu bisa memberikan pelajaran kepada penonton dan membuka cakrawala baru," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA