Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Raisa dan Tulus Duet Bawakan 'Mantan Terindah'

Senin 21 Oct 2019 12:48 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Penyanyi Raisa

Penyanyi Raisa

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Raisa dan Tulus akan duet di konser Yovie Widianto di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tembang "Mantan Terindah" merupakan tembang yang dipopulerkan oleh grup musik Kahitna. Tembang itu lalu semakin akrab di telinga pecinta musik Indonesia setelah dipopulerkan oleh penyanyi Raisa.

Musikus Yovie Widianto, pencipta tembang tersebut merencanakan untuk membawa tembang itu dalam konser Inspirasi Cinta di Kota Bandung, pada 20 November mendatang. Tak tanggung-tanggung, tembang itu akan dibawakan secara epic oleh dua penyanyi bertalenta, Tulus dan Raisa.

“Lagu Mantan Terindah adalah lagu yang sering dibawakan oleh Kahitna.Tapi di konser kali ini, akan saya janjikan, akan terjadi sesuatu yang luar biasa, Kahitna harus menyaksikan bagaimana duet antara Tulus dan Raisa dalam mantan terindah,,” jelas Yovie dalam jumpa pers Konser Inspirasi Cinta di wilayah Jakarta Selatan, belum lama ini.

Secara khusus, musikus yang juga merupakan komposer itu menyebut tembang Mantan Terindah merupakan tembang yang paling membekas. Sebab, pada saat awal Yovie membawakan lagu itu, banyak orang yang menganggap lagu itu merupakan lagu yang memiliki lirik yang menyedihkan.

“Dan sekarang lagu mantan terindah menjadi lagu kebangsaan manusia setiap konser,” ungkap Yovie.

Di balik lagu itu, ayah dua anak itu memberikan makna yang tersirat. Menurutnya, lagu itu bukanlah sebuah lagu kegalauan atas seseorang saat kehilangan mantannya.

Justru itu, lagu itu menjadi pesan tersendiri dari seseorang yang sehabis melalui masa kelam atas kepergian mantan pasangannya. “Bahwa kita membuktikan kepada mantan pacar kita bahwa mereka menyesal telah meninggalkan kita,” tutur Yovie lantas tertawa.

Sisi positifnya, kata Yovie, apapun jenis kegalauan yang menerpa di kehidupan, tak harus melulu menjadi sebuah kegagalan dan keterpurukan. Melainkan, kegagalan itu harus menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh ke depan untuk berkarya.

“Jadi jangan pernah bilang, aduh gue masih galau. Galaunya dibuat ke jalur kreatif, membuat orang lain terpukau dengan kreatifitas kita. Karena kreatifitas tidak akan timbul tanpa kegalauan. Kreatifitas itu timbul karena kegamangan. Kreatifitas itu muncul karena kegamangan itu,” jelas dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA