Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

1.200 Penari Bandung akan Ramaikan Indonesia Menari 2019

Ahad 27 Oct 2019 19:00 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Israr Itah

Sejumlah penari membawakan tarian kolaborasi modern dan tradisional dalam Flashmob Indonesia Menari 2018 di Bandung. (ilustrasi)

Sejumlah penari membawakan tarian kolaborasi modern dan tradisional dalam Flashmob Indonesia Menari 2018 di Bandung. (ilustrasi)

Foto: Antara/Novrian Arbi
Di Bandung, kegiatan Indonesia Menari 2019 akan diselenggarakan di 23 Paskal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Event Indonesia Menari 2019 kembali akan digelar serentak di Bandung, Jakarta, Solo, dan Semarang pada 17 November 2019. Di Bandung, kegiatan Indonesia Menari 2019 akan diselenggarakan di 23 Paskal dengan kuota peserta 1.200 penari.

Baca Juga

Menurut perwakilan www.indonesiakaya.com Billy Gamaliel, tahun ini ada penambahan tiga kota baru yaitu Medan, Makassar, dan Palembang. Selama penyelenggaraan Indonesia Menari, pihaknya melihat antusiasme masyarakat di berbagai daerah sangat tinggi.

"Penambahan kota ini kami harapkan dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan tarian daerah yang dikemas secara modern," ujar Billy di area car free day Dago, Bandung, Ahad (27/10).

Menurut Billy, ia juga ingin memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk menari bersama dalam kemeriahan Indonesia Menari 2019. Para peserta terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi milenial, sanggar tari, komunitas pecinta tari, pelajar, dan mahasiswa. Tahun ini, Ufa Sofura ditunjuk lagi menjadi koreografer .

"Tariannya dikemas dengan gerakan tari tradisional secara modern yang dapat diikuti siapa saja. Para peserta wajib untuk mengikuti gerakan tari yang telah dikonsep, tetapi gerakan ini terbuka untuk dikreasikan oleh para peserta kelompok," katanya.

Sebanyak enam lagu daerah yang mengiringi para peserta menari yaitu Anging Mamiri, Ondel Ondel, Sik Sik Si Batu Manikam, Dek Sangke, Gundul Gundul Pacul, dan Manuk Dadali. Lagu-lagu daerah ini akan diaransemen dengan musik bernuansa elektronik oleh produser musik muda Indonesia, Kevin Julian.

"Menuju Indonesia Menari, para penari memeriahkan kegiatan di cara free day Dago," katanya. 

Billy merasa senang, masyarakat yang hadir menunjukkan antusianya menyaksikan para penari yang tampil energik. Sebab, koreografinya memadukan unsur tari tradisional dan modern. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA