Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

WS Rendra di Mata Sastrawan Lain: Dia Bukan Penyair Salon

Sabtu 09 Nov 2019 08:41 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nur Aini

WS Rendra baca puisi

WS Rendra baca puisi

Foto: commons.wikimedia.org
WS Rendra dinilai bukan hanya bersajak tentang keindahan, tetapi juga masalah sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seniman dan Budayawan, Imam Maarif mengenang WS Rendra sebagai seorang seniman yang mampu melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda. WS Rendra dinilainya tidak hanya menampilkan karya yang hanya berkaitan dengan keindahan tetapi juga berhubungan dengan persoalan kehidupan.

Baca Juga

Menurut Imam, Rendra merupakan penyair yang menolak hanya menjadi 'penyair salon', penyair yang hanya bersajak tentang keindahan, sementara masyarakat di sampingnya masih membutuhkan bantuan. Dengan lugas, ia menguraikan berbagai macam persoalan dan mencarikan solusi atas permasalahan yang tengah terjadi.

"Rendra adalah sastrawan yang berani menyuarakan kebenaran di saat ada 'kezaliman'. Sastrawan yang seperti dia sangat jarang ditemui pada zaman itu, bahkan sampai hari ini," tutur Imam saat menghadiri acara pembacaan puisi bertajuk Megatruh di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).  

Sosok pendiri Bengkel Teater Rendra dinilai orang yang penting di dunia seni budaya Indonesia. Sebab, ia banyak mengingatkan masyarakat untuk terus memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi untuk membela kebenaran.

"Ia juga merupakan sosok yang besar dengan karya besar. Banyak seniman yang punya karya besar,tetapi tidak memiliki kepribadian besar," kata dia.

Dalam menghasilkan karya, Imam mengaku banyak belajar dari karya - karya Rendra. Rendra memiliki teknik yang sangat luar biasa dalam menciptakan karyanya, terbukti dengan teknik tersebut karyanya masih relevan dari zaman ke zaman.

Imam Maarif merupakan salah satu seniman yang turut menyumbangkan puisi untuk dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul Antologi Puisi untuk Rendra: Rindu Rendra. Buku tersebut diluncurkan untuk mengenang satu dekade kepergian WS Rendra.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA