Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ford v Ferrari, Drama Pertemanan dan Persaingan yang Apik

Selasa 12 Nov 2019 18:48 WIB

Rep: MG 03/ Red: Reiny Dwinanda

Adegan Ford v Ferrari.

Adegan Ford v Ferrari.

Foto: 20th Century Fox
Ford v Ferrari tayang pada 15 November di bioskop.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Le Mans 24 Jam menjadi ajang pembuktian bagi Carrol Shelby (Matt Damon) dan Ken Miles (Christian Bale) atas mobil Ford rancangan mereka dan kepiawaian Miles dalam mengemudi di arena balap. Keduanya membuat suatu hal yang sulit dipercaya, mengalahkan Ferrari sebagai juara bertahan Le Mans 24 Jam sejak 1960-1965.

Tahun 1959 menjadi tahun keemasan bagi Shelby, di mana dirinya berhasil memenangkan ajang bergengsi pembuktian ketahanan mobil selama 24 jam tersebut. Namun, ia tak dapat melanjutkan kariernya di arena balap karena masalah jantung.

Penyakit tersebut sempat membuat Shelby gusar. Ia masih ingin terus ada di arena balap. Namun akhirnya, penyakit ini tak membawa Shelby ke akhir perjalanan kariernya di dunia balap.

Shelby tetap ada di arena tersebut. Hanya saja, kini ia bertindak sebagai perancang mobil bersama teman dekatnya yang piawai berkendara, Miles.

Keduanya merancang mobil untuk Ford Motor Company, produsen mobil Amerika yang akhirnya berhasil menjadi mobil Amerika pertama yang memenagkan Le Mans 24 Jam di Perancis 1966. Kerja sama antar keduanya berbuah manis. Keahlian merancang dan pemahaman berkendara menjadi kekuatan Ford GT40. 

Banyak tantangan yang mereka hadapi dalam merancang Ford GT40, mulai dari idealisme keduanya sebagai pembalap dan bisnis yang tetap dikejar Ford hingga konflik keluarga Miles.

Film yang disutradarai sineas James Mangold ini tidak hanya mengisahkan persaingan Enzo Ferrari dan Henry Ford. Lebih daripada itu, Ford v Ferrari berhasil mengisahkan persahabatan, keluarga, tekad, dan persaingan yang dikemas dengan apik.

Kisah sosok ayah, sosok teman, sosok pembalap dengan idealisme yang tinggi juga menjadi suguhan film ini. Meskipun begitu, 20 Fox Century sebagai rumah produksi bersama James Mangold tetap berhasil mengangkat kisah persaingan Ford dan Ferrari dengan baik. Porsi konflik, keluarga, dan pertemanannya dirasa pas.

Dalam pemutaran perdananya, Ford v Ferrari berhasil membuat penonton tertawa, tegang, dan terbawa cerita. Suguhan mobil-mobil antik juga menjadi nilai tersendiri, mengingat film ini menggunakan setting waktu tahun 60-an. Di Indonesia, Ford v Ferrari akan dapat mulai ditonton mulai 15 November 2019 mendatang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA