Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Polandia Tuduh Netflix Tulis Ulang Sejarah

Kamis 14 Nov 2019 09:56 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

Netflix

Netflix

Foto: EPA
Film dokumenter Nazi Netflix dianggap tidak sampaikan sejarah Polandia yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA — “Jangan menuduh Polandia menjalankan kamp kematian era Holocaust,” tulis Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki dalam melalui laman Facebook dia. Kalimat itu ditujukan untuk Netflix yang diduga membuat kesalahan besar dalam film dokumenter The Devil Next Door.

Dilansir dari NY Post, Kamis (14/11), Polandia mempermasalahkan peta yang digunakan dalam film dokumenter tersebut. Peta menunjukkan kamp-kamp kematian era Holocaust yang berada dalam perbatasan modern Polandia.

Dalam sebuah surat kepada CEO Netflix, Reed Hastings, Morawiecki secara tidak langsung menjelaskan bahwa Polandia bertanggung jawab untuk membangun dan memelihara kamp-kamp tersebut, ketika bangsa itu diduduki Jerman. “Negara saya tidak dalam waktu sebagai negara merdeka, dan jutaan orang Polandia terbunuh di situs-situs itu,” kata dia.

Namun, Morawiecki percaya Netflix tidak sengaja melakukan kesalahan mengerikan tersebut. Karena itu, dia berharap Netflix dapat memperbaikinya sesegera mungkin, misalnya memodifikasi peta tersebut atau menginformasikan pada penonton tentang kesalahan itu. Peta dalam film tersebut menegaskan seolah-oleh Polandia menduduki kamp-kamp kemarian yang dioperasikan Jerman.

Seorang juru bicara Netflix mengungatakan perusahaan menyadari adanya kekhawatiran tentang The Devil Next Door dan mendesak untuk menyelidiki masalah itu. Film dokumenter itu menceritakan tentang John Demjanjuk, seorang pensiunan pekerja Ukraina-Amerika yang hidup damai di pinggiran Ohio.

Kehidupannya yang tenang itu hancur, ketika sekelompok orang yang selamat dari Holocaust mengidentifikasinya sebagai Ivan the Terrible. Ivan merupakan penjaga yang terkenal kejam di kamp kematian Sobibor Nazi. Dia dideportasi ke Israel pada 1986 dan dihukum karena menjadi penjaga Nazi pada 2011.

Pada 2012 lalu, dia meninggal di panti jompo Jerman, sebelum dia menyelesaikan banding atas putusan hukumannya itu. Polandia sangat sensitif terhadap implikasi keterlibatan Nazi.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA