Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Glenn Fredly Tanggapi Kesetaraan Gender di Industri Musik

Selasa 19 Nov 2019 23:32 WIB

Red: Nora Azizah

Glenn Fredly, Musisi

Glenn Fredly, Musisi

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Glenn menginginkan keadilan gender dalam industri musik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi yang juga penggagas KAMI (Kami Musik Indonesia) Glenn Fredly mengatakan, isu kesetaraan gender dalam industri musik akan dibahas bertahap. Menurutnya, isu ini akan dibahas setelah Konferensi Musik Indonesia ke dua yang akan digelar di Bandung pada 23 November 2019.

Isu kesetaraan gender menjadi poin lima dari 12 poin rencana aksi KAMI 2018 di Ambon. Dalam isu kesetaraan gender ini, antara lain menghendaki adanya keadilan gender dalam musik melalui pemberlakukan klausul yang responsif gender dalam kontrak kerja sama dengan musisi.

“Memang ini lahir dari pemikiran teman-teman, ini ada kesataraan gender dan efeknya besar sekali,” kata Glenn dalam konferensi pers KAMI yang digelar di M Bloc Space Jakarta, Selasa (19/11).

Glenn mengatakan, hal-hal yang akan dibahas di antaranya adalah kampanye festival yang ramah perempuan. Hal ini mengingat masih ada saja aksi pelecehan yang menimpa perempuan saat menghadiri konser musik.

“Jadi enggak mungkin memetakan 12 poin ini dalam satu hari. Setelah 23 November ini akan berjalan 12 poin ini akan dibahas per bulan,” ucap dia.

Sementara itu, anggota Koalisi Seni, Nadia Yustina menilai, kesetaraan gender pada dasarnya sudah terjadi di industri musik tanah air. Setidaknya ini yang dia rasakan saat berkiprah di musik.

Namun menurutnya, isu gender yang ada industri musik sifatnya lebih luas dan berada di tataran pemikiran masyarakat. Untuk itu perlu ada kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

“Justru lebih ke masyarakat itu sendiri. Dari orang tua misalnya yang tidak merestui anak perempuannya jadi musisi. Jadi itu lebih luas lagi dan harus dicari solusinya,” ucap dia.

Mengenai isu kesejahteraan untuk musisi, Nadia menyebut saat ini musisi juga sudah cukup paham dan teredukasi. Mereka, misalnya, taat pajak, mau mengurus BPJS, tabungan hari tua, hingga tabungan pensiun.

“Banyak musisi kini sudah paham investasi mengelola keuangan. Bahkan mengelola bandnya kayak perusahaan. Ini sangat baik,” ucap dia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA