Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Alasan Titi Kamal Terima Tawaran Main Film Horor

Rabu 20 Nov 2019 06:01 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Nora Azizah

Titi Kamal

Titi Kamal

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Titi selalu pikir panjang sebelum menerima tawaran bermain film horor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sukses meraup pendapatan 7,15 juta Ringgit Malaysia atau setara Rp 19,5 miliar di Malaysia, Dee Company selaku rumah produksi 'Makmum' berencana membuat sequel film ini. Dee Company menjanjikan 'Makmum 2' akan jauh lebih menegangkan.

Baca Juga

Titi Kamal, salah satu pemain dalam 'Makmum', telah mengkonfirmasi akan bermain di sekuel film tersebut. Meski sempat ragu menerima tawaran film horor, antusias positif dari masyarakat membuatnya menerima kembali tawaran film horor.

"Dari dulu memang belum berjodoh main film horor, banyak pertimbangan juga. Sebenarnya, aku itu orangnya penakut, jadi kalau disuruh main film horor masih suka mikir lagi," kata Titi di Jakarta, Selasa (19/11).

Titi mengatakan, alasan dirinya bermain film 'Makmum' karena cerita dari film tersebut erat dengan kehidupan sehari-hari. Komentar masyarakat dari film pendek 'Makmum' turut menjadi bahan pertimbangan.

"Dulu sebelum aku terima tawaran main film ini, aku bacain komen-komen masyarakat di film pendeknya. Banyak orang ngomong kejadian di film ini, juga dialami mereka di kehidupan sehari-hari," ujar Titi.

Pemeran film 'Ada Apa dengan Cinta' ini mengaku, mempunyai syarat tersendiri saat memutuskan bermain sebuah film. Menurutnya, film yang dibintanginya harus menantang dan memiliki premis jelas.

Film 'Makmum' berhasil mendapatkan rekor MURI sebagai film Indonesia pertama periode 2018-2019 yang mendapatkan penonton terbanyak di Malaysia. Selain ditayangkan di Indonesia dan Malaysia, film ini juga ditayangkan di Brunei Darussalam dan Singapura.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA