Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Menyesal Pernah Rasialis, Justin Bieber Minta Maaf

Kamis 05 Dec 2019 12:30 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda

Justin Bieber

Justin Bieber

Foto: AP
Justin Bieber pernah melontarkan candaan rasis lima tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Justin Bieber belum lama ini mengunggah pesan anti-rasis di akun Instagram-nya. Ia melakukannya karena ingin menebus kesalahan di masa lalu, tepatnya pada 2014, ketika dia membuat lelucon rasis dengan menggunakan kata "negro".

Dalam video yang beredar, Bieber memparodikan lagunya yang berjudul “One Less Lonely Girl” dengan menyisipkan kata-kata rasis di dalamnya. Setelah tahun berlalu, ia mulai menyadari kesalahannya.

Hal tersebut Bieber ungkapkan di akun resminya pada Selasa (3/12). Dia berjanji akan menggunakan ketenarannya untuk melawan rasisme.

Baca Juga



"Ketika saya masih muda, saya tidak berpendidikan dan mendapati diri saya mengatakan hal-hal yang sangat menyakitkan dan tidak mengetahui kekuatan kata-kata saya," tulisnya dalam keterangan seperti dilansir Ace Showbiz, Kamis (5/12)

Rasisme, menurut Bieber, memang masih sangat jamak terjadi di setiap lingkungan. Oleh sebab itu, dengan pengalaman rasis dan ketenarannya, Bieber berjanji akan menyuarakan nilai persamaan di hadapan Tuhan.

Dalam video sebelumnya, Bieber yang masih muda memang tampil sedang bercanda. Candaanya itu menyindir orang kulit hitam dan menyinggung sekte Ku Klux Klan untuk ikut bergabung. Lebih jauh, Bieber kembali meminta maaf dan tersadarkan ketika membahas hal tersebut dengan Will Smith.

"Saya pikir tidak apa-apa untuk mengulangi kata-kata dan lelucon yang menyakitkan, tetapi saya tidak menyadari pada saat itu bahwa itu tidak lucu dan pada kenyataannya, tindakan saya atas dasarketidaktahuan," katanya dalam permintaan maaf setelah merilis video pertama.

Dalam lanjutannya, penyanyi kenamaan Amerika Serikat itu juga menambahkan kata maaf dengan ditambah kalimat "Lima tahun yang lalu saya membuat kesalahan yang sembrono dan tidak dewasa, dan saya berterima kasih kepada mereka yang dekat dengan saya dan membantu saya mempelajari pelajaran itu sebagai seorang pemuda, sekali lagi lagi ... aku minta maaf."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA