Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Tom Hanks Ceritakan Pengalaman Perankan Fred Rogers

Jumat 06 Dec 2019 14:03 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Tom Hanks sebagai Mr Rogers di A Beautiful Day in the Neighborhood.

Tom Hanks sebagai Mr Rogers di A Beautiful Day in the Neighborhood.

Foto: Sony Tristar Pictures via AP
Tom Hanks memerankan Fred Rogers dalam film Beautiful Day in Neighbourhood.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor ikonik Hollywood Tom Hanks menceritakan pengalamannya memerankan seorang pembawa acara televisi, mendiang Fred Rogers. Fred Rogers merupakan tokoh yang diperankan dalam film terbarunya Beautiful Day in Neighbourhood.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, Jumat (6/12), Hanks menyebut memerankan tokoh sebaik Rogers sama puasnya dengan memainkan tokoh penjahat. "Memang, Tuan Rogers bukan Iago (tokoh Shakespeare yang antagonis), tetapi mereka memiliki prinsip-prinsip mereka dan mereka memiliki pernyataan misi," kata Hanks.

Hanks yang memiliki dua Oscar untuk aktor terbaik dalam peran utama atas film Forrest Gump dan Philadelphia itu, menuturkan, kisah dalam film terbarunya benar-benar menceritakan mengenai jurnalis yang sangat sinis tentang siapa Tuan Rogers. Di situ, dia mengetahui bahwa sang jurnalis salah.

"Dan tidak ada motivasi jahat antara apa yang Fred Rogers lakukan untuk mencari nafkah. Dia melihatnya sebagai pelayanannya," kata Hanks.

Hanks melihat kisah tersebut seperti kisah dengan kombinasi dari kisah Bunda Teresa, atau seseorang yang sangat baik untuk melakukan kebaikan dalam semangat yang mereka kerjakan. Dan, menurutnya banyak orang yang sinis melihat sikap Rogers.

"Mereka seperti mengatakan 'Apa maumu di sini? Apa yang kamu coba tekankan di sini?'  Dan jika itu sebenarnya hanya, 'Ya, kami mencoba memberi sup orang-orang gelandangan, sehingga mereka mendapatkan makanan panas sekali sehari.' Tidak, itu harus menjadi sesuatu yang lebih dari itu. Tidak," kata dia.

Menurut Hanks, segala sesuatu yang menuntun Rogers, yang kemudian menjadi seorang pendeta yang ditahbiskan, melalui perilaku sehari-hari dan hasil kreatifnya didasarkan pada membuat orang merasa aman. Apa yang dilakukan Rogers merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada yang sebenarnya.

"Dalam kasusnya dua dan tiga  anak-anak berusia setahun Tapi dia tidak pernah mengatakan kata 'Tuhan.'  Tidak dalam ratusan dan ratusan jam televisi," tutur Hanks yang terkagum atas Rogers.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA