Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Peringatan Epilepsi Fotosensitif Muncul untuk Star Wars

Sabtu 07 Dec 2019 13:39 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Reiny Dwinanda

Mendiang Carrie Fisher tampil dalam Star Wars: The Rise of Skywalker sebagai Princess Leia Organa.

Mendiang Carrie Fisher tampil dalam Star Wars: The Rise of Skywalker sebagai Princess Leia Organa.

Foto: Tangkapan layar
Disney rilis peringatan epilepsi fotosensitif untuk Star Wars: The Rise of Skywalker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker dijadwalkan  tayang di bioskop di Amerika Utara mulai 20 Desember 2019. Namun, dua pekan menjelang pemutarannya, Disney mengeluarkan peringatan yang tidak biasa kepada pemilik bioskop di seluruh dunia.

Baca Juga

Salah satu perusahaan terbesar di dunia ini meminta agar bioskop-bioskop memberi tahu pelanggan tentang bahaya kilatan cahaya terang saat menonton film karya sutradara JJ Abrams ini. Disney memperingatkan bahwa visual tertentu dan urutan lampu kilat yang berkelanjutan saat menonton Star Wars: The Rise of Skywalker bisa memengaruhi orang yang sensitif terhadap cahaya, terutama mereka yang mengidap epilepsi.

Studio ini juga bekerja sama dengan the Epilepsy Foundation untuk menyampaikan berita tersebut sebelum saga pamungkas Star Wars ini dirilis. Yayasan Epilepsi itu juga mengunggah peringatan serupa pada Jumat pagi, yang mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Disney untuk memberikan informasi kepada konstituennya. Di saat bersamaan, Disney mengirim surat kepada para peserta pameran di seluruh dunia.



"Karena sangat menjadi perhatian, kami sarankan Anda menyediakan di box office tempat anda dan online, dan di tempat-tempat lain yang sesuai di mana pelanggan anda akan melihatnya, pemberitahuan yang berisi informasi berikut: Star Wars: The Rise of Skywalker berisi beberapa urutan dengan gambar dan lampu kilat berkelanjutan yang dapat memengaruhi mereka yang rentan terhadap epilepsi fotosensitif atau memiliki sensitivitas terhadap cahaya lainnya," demikian pernyataan dalam surat Disney, seperti dilansir Hollywood Reporter, Sabtu (7/12).

Bagi sekitar tiga persen penderita epilepsi, paparan cahaya yang berkedip pada intensitas tertentu atau dengan pola visual tertentu, dapat memicu kejang. Kondisi ini dikenal sebagai epilepsi fotosensitif. Selain itu, lampu kilat juga dapat memicu migrain pada orang yang peka terhadap cahaya.

Kondisi ini dikatakan lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun demikian, Disney tidak memberikan rincian tentang rangkaian yang dimaksud.

Ini bukan pertama kalinya Disney mengeluarkan peringatan seperti itu. Pada 2018, Disney dikritik setelah muncul kekhawatiran di media sosial tentang strobo dan kilatan lampu terang di film kartun The Incredibles 2.

Kilatan cahaya terang saat menonton film tersebut berpotensi memicu kejang atau migrain bagi pengidap epilepsi fotosensitif.  The Epilepsy Foundation saat itu mengungggah peringatan yang sama selama akhir pekan pembukaan film. Kini, mereka juga mendesak DIsney melakukan hal serupa untuk film Stars Wars ini.

"Kami berterima kasih kepada Disney karena menjangkau kami dan secara proaktif memberikan informasi kepada bioskop dan penonton bioskop sebelum rilis film ini," kata Yayasan Epilepsi dalam unggahan mereka pada Jumat (6/12).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA