Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Evan Dimas Sempat Iri dengan Remaja yang Bisa Nongkrong

Senin 13 Jan 2020 19:48 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Atlet sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono, sempat merasa iri dengan teman-temannya yang masih bisa nongkrong saat remaja, sementara ia harus giat berlatih.

Atlet sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono, sempat merasa iri dengan teman-temannya yang masih bisa nongkrong saat remaja, sementara ia harus giat berlatih.

Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Jadi atlet, Evan Dimas tak bisa melewatkan masa remaja seperti teman-temannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk meraih kesuksesan, dibutuhkan pengorbanan. Hal itu turut diakui pesebakbola Tanah Air, Evan Dimas. Dia mengaku harus "mengorbankan" masa remajanya demi kesuksesan sebagai atlet.

Melihat perjalanan kariernya di dunia sepakbola, Evan merasa bersyukur bisa membanggakan keluarga maupun masyarakat. Di lain sisi, ia juga merasakan duka.

"Dukanya ya memang saya nggak bisa seperti anak muda lainnya, mungkin harus korbankan masa muda kita," kata Evan di sela acara Biskuat Academy 2019 di Jakarta, Sabtu (11/01).

Evan terkadang merasa sedikit iri meliihat kawan sepermainannya yang begadang dan nongkrong di warung. Sesekali, ia ingin ikut, tapi kemudian teringat jika dirinya seorang atlet yang harus menjaga tidur dan pola makannya tidak boleh sembarangan.

"Keberhasilan sekarang bisa dibilang nggak nyangka karena Allah memberikan sangat lebih. Kalau kita ingin sukses, dapat hasil terbaik, harus bener-bener kerja keras, hilangkan masa remaja, nggak bisa main seenaknya, harus ekstra menghilangkan masa remaja itu," ujarnya.

Evan mulai bertanding sepakbola sejak kelas empat SD. Sebelum masuk tim nasional pada usia 17 tahun, Evan pernah dua kali gagal seleksi.

Kegagalan itu sempat membuat Evan patah hati, tetapi tekad kuatnya sekaligus dukungan sang ibu menjadi pemicu Evan bangkit kembali. Sang ibu yang awalnya kurang merestui karena takut anaknya cedera akhirnya berbalik mendukung penuh.

Bagi Evan, kegagalan menjadikannya semakin kuat dan tidak memyerah untuk membanggakan negeri. Ia mengatakan, proses menuju keberhasilan tidak mudah, yang penting harus kerja keras, dan belajar dari kegagalan.

"Ibu saya selalu menguatkan bahwa perjalanan masih panjang, saya rasa yang penting kita mau kerja keras dan paling penting doa ibu," ujar pemain yang bergabung dengan Persija pada 2020 itu.

Evan Dimas Darmono adalah pemain sepak bola berkebangsaan Indonesia yang bermain pada posisi gelandang tim nasional. Evan sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 dengan mengalahkan Vietnam di partai puncak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA