Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Ratu Restui Harry dan Meghan Hidup Mandiri

Selasa 14 Jan 2020 05:20 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/Zainur M Ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1). Keputusan tersebut konon tidak disukai oleh Ratu Elizabeth II.

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1). Keputusan tersebut konon tidak disukai oleh Ratu Elizabeth II.

Foto: AP
Pangeran Harry dan Meghan akan hidup mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Ratu Elizabeth telah memberikan restunya kepada Pangeran Harry dan Meghan untuk masa depan yang lebih mandiri. Ini terjadi setelah pembicaraan yang melibatkan anggota paling senior dari keluarga kerajaan.

"Keluarga saya dan saya sepenuhnya mendukung keinginan Harry dan Meghan untuk menciptakan kehidupan baru sebagai keluarga muda," kata ratu berusia 93 tahun itu dalam pernyataan yang dirilis oleh Buckingham Palace pada Senin (13/1).

"Meskipun kami lebih suka mereka tetap menjadi Anggota Keluarga Kerajaan yang bekerja penuh waktu, kami menghormati dan memahami keinginan mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri sebagai keluarga sambil tetap menjadi bagian yang berharga dari keluarga saya," tambah Ratu.

Baca Juga

Ratu mengatakan akan ada masa transisi di mana pasangan akan menghabiskan waktu di Inggris dan Kanada. Selain itu, akan ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pengaturan ke depannya untuk Harry dan Meghan.

Dalam prosesnya, pertemuan pada Senin kemarin itu, melibatkan sang ratu dan pewarisnya, Pangeran Charles, yang disertai dengan putra-putranya William dan Harry. 

Sebelumnya, pangeran William dan Harry mengecam laporan salah satu surat kabar pada Senin, yang menggambarkan kertakan besar dalam hubungan keluarga mereka. Pasalnya, mereka menganggap bahwa penulisan tersebut bersifat ofensif dan berpotensi berbahaya bagi masa depan monarki Inggris. Namun demikian, tak disebut surat kabar yang mana. 

Menanggapi dugaan tersebut, kedua bersaudara itu mengeluarkan pernyataan tak biasa ketika pembicaraan bersama Ratu pada Senin kemarin. Terlebih, pembicaraan tatap muka tersebut menjadi yang pertama, sejak Harry dan Meghan memutuskan untuk menjauh dari peran kerajaan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA