Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Kunjungi Anak SD yang Butuh Bantuan, Raline akan ke Nabire

Selasa 14 Jan 2020 20:05 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Raline Shah akan ke Nabire, Papua, untuk melihat langsung kondisi sekolah berikut siswa yang membutuhkan bantuan.

Raline Shah akan ke Nabire, Papua, untuk melihat langsung kondisi sekolah berikut siswa yang membutuhkan bantuan.

Foto: Republika/Rahma Sulistya
Raline Shah ingin membangun asrama untuk siswa SD dan SMP di Nabire, Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktris Raline Shah berencana untuk mendatangi Kabupaten Nabire, Papua. Ia ingin melihat langsung kondisi sekolah yang ada di sana menyusul terjalinnya kerja sama antara yayasan dalam binaannya dengan Bosch Indonesia.

Sebagai Dewan Pembina Yayasan Tunas Bakti Nusantara, Raline fokus pada penyelesaian kesenjangan di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan). Ketiga kalinya bekerja sama dengan Bosch Indonesia, untuk 2020 ini, Yayasan Tunas Bakti Nusantara bersama Bosch Indonesia akan mendirikan sebuah asrama.

“Kami pertama kali kerja sama dari 2018, lalu 2019, dan biasanya kami kerja sama bangun sekolah," ungkap Raline dalam konferensi pers di Kedai Kopi Kisaku, Jakarta, Selasa (14/1).

Baca Juga

Di 2020 ini, Raline mengajukan kerja sama yang agak berbeda dengan Bosch Indonesia, yakni mendirikan asrama. Ia berharap, asrama dapat membantu murid SDN Muko Nabire.

Menurut Raline, SDN Muko sejatinya masih memerlukan bantuan. Namun yang paling mendesak adalah logistik dan asrama bagi 30 siswa siswi mereka yang berasal dari suku pedalaman.

"Jika tidak ada asrama, mereka harus menempuh perjalanan tiga jam untuk sampai di sekolah dengan mengarungi pegunungan dan hutan," kata pemain film Surga yang tak Dirindukan itu.

Raline sangat terkejut masih ada kisah-kisah seperti ini di Indonesia. Apalagi, ia mengetahui 30 siswa siswi itu merupakan angkatan pertama dari suku pedalaman tersebut yang mengecap bangku sekolah.

"Mereka masih berusia sekitar enam tahun, tapi harus melalui jalan terjal demi menuntut ilmu dan semangat menggapai cita-cita mereka," kata Raline.

Sekarang, menurut Raline, 30 siswa-siswi sekolah dasar itu tinggal di salah satu rumah guru mereka. Ia mengatakan, kondisi rumah sang guru juga belum layak untuk ditempati 30 anak-anak.

SDN Muko lokasinya berdampingan dengan salah satu SMP negeri di Nabire. Total siswa siswi di SDN Muko ada 96 orang, namun hanya 30 orang itu saja yang tinggal jauh di pelosok dan sangat membutuhkan bantuan.

Mulai Februari 2020, menurut Raline, pembangunan akan dimulai dengan bangunan berkapasitas bagi 30 pelajar SD itu. Fasilitas yang diperlukan juga akan disediakan.

“Mungkin ada yang bertanya kenapa nggak pemerintah saja? Mungkin pemerintah masih banyak tugas mereka yang lain yang lebih diprioritaskan. Saya pribadi terharu mendengar cita-cita anak-anak ini, terutama anak-anak perempuannya. Karena dari 30 orang itu ada lima anak perempuan. Mereka ada yang ingin jadi pilot, dokter, dan guru, itu semua profesi mulia,” tutur Raline.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA