Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Pangeran Harry Ungkap Kesedihannya

Senin 20 Jan 2020 19:21 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pangeran Harry mengungkapkan kesedihannya melepas tugas kebangsawanannya, namun merasa tak ada pilihan lain.

Pangeran Harry mengungkapkan kesedihannya melepas tugas kebangsawanannya, namun merasa tak ada pilihan lain.

Foto: EPA
Pangeran Harry mengungkapkan kesedihannya, namun merasa tak ada pilihan lain.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pangeran Inggris Harry berbicara tentang kesedihannya karena dipaksa untuk melepaskan tugas kebangsawanannya dalam kesepakatan bersama Ratu Elizabeth dan sesepuh kerabat bangsawan Windsor. Harry mengatakan, tidak ada pilihan lain jika dia, istrinya Meghan, mencari masa depan yang mandiri.

Istana Buckingham dan Sang Ratu mengumumkan pada Sabtu bahwa Harry dan Meghan tidak akan lagi menjadi anggota kerajaan Inggris, tidak lagi menggunakan gelar "Yang Mulia", dan sekarang akan membayar sendiri pengeluarannya dengan cara mereka sendiri. Mereka bebas untuk mencari apa yang mereka sebut "peran baru progresif".

Aturan baru dibuat untuk mengakhiri krisis yang dipicu ketika Harry dan Meghan pada awal bulan ini mengumumkan bahwa mereka ingin mengurangi keterlibatan resmi dan menghabiskan lebih banyak waktu di Kanada dan Amerika Serikat, sambil tetap menjadi bangsawan aktif. Dalam sambutannya di badan amal Sentebale pada Ahad, Harry yang tampak sedih mengatakan bahwa hasil akhirnya bukanlah yang diinginkan oleh dia dan istrinya yang berkebangsaan Amerika dan mantan aktris.

"Harapan kami adalah untuk terus melayani Ratu, Persemakmuran, dan asosiasi militer saya tanpa dana publik. Sayangnya itu tidak mungkin," kata sang pangeran yang berada di urutan keenam takhta kerajaan.

"Saya menerima ini dengan pemahaman bahwa itu tidak mengubah siapa saya atau seberapa berkomitmen saya. Tapi saya harap itu membantu Anda memahami apa yang terjadi, bahwa saya akan mundur dari semua yang pernah saya ketahui untuk mengambil langkah maju ke apa yang saya harap bisa menjadi kehidupan yang lebih damai."

Di bawah aturan tersebut, Harry akan tetap menjadi pangeran dan pasangan itu akan mempertahankan gelar Duke dan Duchess of Sussex ketika mereka memulai hidup baru antara Inggris dan Amerika Utara, di mana mereka akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Tetapi, mereka tidak akan mengambil bagian dalam acara seremonial atau wisata kerajaan di masa depan.

Komentator kerajaan mengatakan, itu sama dengan "turun tahta" dan menunjukkan bahwa, di bawah kata-kata hangat di mana dia berkata Harry dan Meghan sangat dicintai, Sang Ratu mengambil garis tegas dengan bersikeras akan adanya pemutusan hubungan dengan status di keluarga kerajaan.

Tidak ada pilihan
"Saya sedih sekali harus seperti ini," kata Harry. Dia mengatakan keputusan untuk mundur setelah berbulan-bulan pembicaraan dan bukan keputusan yang dia anggap ringan.

"Sejauh ini, benar-benar tidak ada pilihan lain."

Harru mengatakan kepada hadirin di badan amal yang dia dirikan bersama untuk membantu anak-anak dengan HIV di Afrika bahwa dia ingin mereka mendengar kebenaran darinya "bukan sebagai pangeran, atau adipati, tetapi sebagai Harry, orang yang sama yang dimiliki oleh banyak dari Anda menyaksikan tumbuh selama 35 tahun terakhir tetapi dengan perspektif yang lebih jelas ".

"Inggris adalah rumah saya dan tempat yang saya sukai. Itu tidak akan pernah berubah," katanya.

Rencana pasangan untuk mandiri diumumkan setelah istirahat panjang selama periode Natal di Kanada, mengejutkan anggota keluarga kerajaan dan membuat ratu dan anggota senior lainnya terluka dan kecewa, menurut sumber-sumber kerajaan. Namun, dalam sebuah wawancara TV yang ditayangkan pada bulan Oktober, keduanya telah menjelaskan bagaimana mereka berjuang mengatasi perhatian media yang sangat besar.

Baca Juga

Pasangan itu juga telah memulai upaya hukum terhadap sebuah surat kabar karena mencetak surat yang Meghan kirimkan kepada ayahnya, Thomas Markle. Harry berkata dia merasa istrinya telah menghadapi "intimidasi" dari beberapa tabloid yang serupa dengan yang dihadapi oleh ibunya, Putri Diana, yang meninggal dalam kecelakaan mobil ketika mencoba menghindari kejaran fotografer paparazi.

Istana Buckingham mengatakan, pasangan itu tidak akan lagi menerima uang publik dan bahwa mereka akan membayar biaya perbaikan pondok mereka di Windsor, yang angka-angka resmi menunjukkan sebesar 2,4 juta pound (3,1 juta dolar AS). Tetapi rincian tertentu, seperti pengaturan keamanan masa depan mereka atau apakah pasangan itu dapat terus menggunakan tajuk "Sussex Royal" untuk situs web mereka dan merek, belum ditentukan atau diumumkan kepada publik.

Meghan saat ini berada di Kanada bersama putra mereka, Archie. Harry diperkirakan akan segera bergabung dengannya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA