Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Harry dan Meghan Resmi tak Lagi Pakai Gelar Bangsawan

Rabu 22 Jan 2020 13:33 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Meghan Markle dan Pangeran Harry tidak akan lagi diizinkan memakai gelar bangsawan Sussex yang selama ini mereka gunakan.

Meghan Markle dan Pangeran Harry tidak akan lagi diizinkan memakai gelar bangsawan Sussex yang selama ini mereka gunakan.

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Harry dan Meghan juga sudah memahami aturan lain ketika hengkang dari kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Meghan Markle dan Pangeran Harry tidak akan lagi diizinkan memakai gelar bangsawan Sussex yang selama ini mereka gunakan. Hal ini diungkapkan oleh seorang penasihat senior Ratu Elizabeth II, Thomas Woodcok.

Baca Juga

Woodcook dikenal sebagai penasihat dalam hal-hal lambang dan tradisi seremonial Kerajaan Inggris. Ia juga sekaligus sebagai 'Garter Principal King of Arms'.

Dilansir melalui newsweek, Selasa (21/1), Harry dan Meghan yang mendapatkan gelar Duke dan Duchess of Sussex itu telah secara resmi menyelesaikan proses keluarnya mereka sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris pada akhir pekan lalu. Keduanya akan mulai menghabiskan waktu untuk berada di Amerika Utara, khususnya Kanada, seperti yang telah direncanakan.

Dalam sebuah pernyataan Istana Buckingham mengatakan bahwa Harry dan Meghan tidak akan lagi menggunakan gelar HRH (His/Her Royal Highness) atau yang mulia. Meski demikian, menurut Woodcock, pasangan ini juga seharusnya tidak dapat menggunakan usaha profesional serta badan amal yang mereka dirikan di bawah nama Sussex Royal.

Woodcock juga mengatakan larangan penggunaan itu juga termasuk dalam akun media sosial keduanya @sussexroyal, serta situs web resmi, dan kegiatan amal lainnya. Ia mengatakan kepada surat kabar the Times, itu adalah ketentuan, di mana sekali memutuskan keluar, hal itu harus dilakukan sepenuhnya.

“Saya pikir itu tidak memuaskan. Satu tidak bisa menjadi dua hal sekaligus. Anda bisa menjadi bagian dari kerjaan atau tidak,” ujar Woodcock.

Woodcock juga mengatakan bahwa ini merupakan pendapat pribadinya. Pada akhirnya, sebuah gelar dalam Kerajaan Inggris hanya dapat diputuskan oleh Ratu untuk dapat terus menggunakannya atau tidak.

“Ini adalah saat yang tidak biasa sehingga kami hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana hal-hal ini akan berkembang,” kata Woodcock.

Setelah melakukan negosiasi dengan keluarga kerajaan pekan lalu, Harry dan Meghan menyetujui ketentuan, atas keputusan mereka untuk mundur sebagai anggota senior monarki. Istana Buckingham juga mengatakan bahwa keduanya telah memahami hal-hal terkait pengunduran diri ini, termasuk mengenai penunjukan militer, serta tak akan lagi menerima dana publik untuk melakukan tugas kerajaan.

Setelah membuat pengumuman mengejutkan tentang pengunduran diri sebagai anggota senior kerajaan pada 8 Januari lalu, Harry dan Meghan mengatakan akan berusaha mandiri secara finansial dan fokus untuk mengelola badan amal. Pada Juli 2019, pasangan ini memasukkan perusahan Sussex Royal The Foundation of the Duke and Duchess of Sussex Companies House.

Nama yayasan itu nampaknya akan terus digunakan, meski perpisahan Harry dan Meghan dari yayasan amal bersama yang juga dikelola Pangeran William dan Kate Middleton pada tahun lalu. Dalam sebuah acara makan malam untuk acara amal Sentebale, Harry sempat membahas keputusannya untuk menjalani kehidupan dengan lebih banyak privasi, pasca menyelesalkan kesepakatan untuk mundur sebagai anggota keluarga kerajaan.

“Saya sangat sedih karena keputusan yang saya buat untuk kami mundur tidaklah mudah. Sudah berbulan-bulan pembicaraan ini kami lakukan, dengan adanya tantangan yang kami hadapi beberapa tahun terakhir. Namun, sejauh ini tak ada pilihan lain,” jelas Harry.

Harry dilaporkan akan berada di Vancouver, Kanada pada Selasa (21/1) untuk bersatu dengan keluarga kecilnya. Meghan dan Archie, putra pertama mereka telah berada lebih dulu di sana untuk memulai kehidupan baru yang jauh dari berbagai tugas kerajaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA