Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Adinda Thomas Dililit Ular Saat Syuting KKN di Desa Penari

Kamis 23 Jan 2020 03:15 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Adinda Thomas

Adinda Thomas

Foto: Republika/MG ROL 48
Adinda menyatakan mendapat peran yang salah satu adegannya menggendong ular

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bermain dalam film horror yang diangkat dari kisah viral di Twitter, memiliki tantangan tersendiri yang berbeda bagi para pemainnya. Apalagi bagi pemeran Widya dalam film ‘KKN di Desa Penari’ yang dimainkan oleh Adinda Thomas, karena ada adegan ia menggendong ular sanca.

“Saya takut ular, tapi ada workshop-nya jadi saya ikutan. Lalu waktu di lokasi itu suasananya aja udah serem, terus saya harus berhadapan dengan ular waktu itu ada yang beratnya 20 kilogram dan ada tiga ular,” kata Adinda dalam launching trailer dan poster film ‘KKN di Desa Penari’ di Gedung MD Picture, Jakarta, Rabu (22/1).

Workshop cara berhadapan dengan ular jenis sanca itu, ia ikuti selama beberapa kali. Dimana ia diajarkan pertama untuk memegang sang ular secara perlahan, kedua merasakan bagaimana ular itu menjalar ke tubuhnya. Hingga akhirnya yang ketiga, ia sudah cukup mampu akrab memeluk ular sanca itu.

“Ular sanca itu kan membunuhnya dengan cara melilit, badan kita itu nggak boleh dingin karena akan terasa ketika kita ketakutan, dan si ular justru akan melilit kencang,” papar Adinda.

Ada pengalaman menegangkan Adinda saat menjalani workshop ketiga, saat itu dia merasa panik dengan ular yang berada di badannya karena menjalar hingga ke bagian leher. Akibat kepanikannya, ia refleks melempar kepala ular itu ke lantai. Sementara sebagian tubuh ular masih berada di tubuh Adinda, ia melilit semakin kencang.

“Pada workshop ketiga aku sempat panik dan nggak sengaja aku banting kepalanya. Eh ular itu ngelilit makin kencang. Aku disuruh tenang tapi tetap nangis. Tapi habis itu dibantu biar lepas,” ujar Adinda.

Produser Film ‘KKN di Desa Penari’, Manoj Punjabi mengungkapkan kriteria dalam pemilihan pemain. Biasanya, tim MD Picture mempunyai bayangan dulu siapa sosok yang cocok memainkan karakter. Karena melihat dari sisi karakter adalah hal paling penting.

Mengenai film, dia juga berkomitmen tidak mau menggunakan teknologi CGI sehingga Adinda harus beneran memegang ular. “Kita juga nggak mau pakai CGI untuk ularnya, jadi kami mencari yang beneran berani sama ular,” kata Manoj dalam kesempatan yang sama.

Adapun para pemerannya adalah Aghniny Haque sebagai Ayu, Adinda Thomas sebagai Widya, Tissa Biani sebagai Nur, dan Ahmad Megantara sebagai Wahyu. Lalu ada juga pemeran lainnya adalah Fajar Nugraha, Calvin Jeremy, Kiki Narendra, Aulia Sarah, Aty Cancer, dan Diding Boneng juga turut meramaikan film ini. Film akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 Maret 2020 mendatang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA