Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Singgung Kobe Bryant Pemerkosa, Evan Wood Diserang Warganet

Rabu 29 Jan 2020 22:02 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Pebasket Kobe Bryant beserta putrinya Gianna meninggal dalam kecelakaan helikopter. Aktris Evan Rachel Wood dicerca warganet setelah membuat cicitan yang menyinggung kasus lama Bryant soal pemerkosaan.

Pebasket Kobe Bryant beserta putrinya Gianna meninggal dalam kecelakaan helikopter. Aktris Evan Rachel Wood dicerca warganet setelah membuat cicitan yang menyinggung kasus lama Bryant soal pemerkosaan.

Foto: dok Republika
Warganet menyerang cicitan Evan Rachel Wood tentang Kobe Bryant.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Westworld Evan Rachel Wood mendapat reaksi keras di media sosial karena cicitannya tentang legenda NBA Kobe Bryant. Wood menulis bahwa sang legenda merupakan pahlawan olahraga, namun juga seorang pemerkosa.

"Apa yang terjadi tragis. Saya berduka untuk keluarga Kobe. Dia adalah pahlawan olahraga. Dia juga seorang pemerkosa. Dan semua kebenaran ini bisa ada secara bersamaan,” cicit Wood, dikutip laman Page Six, Rabu (29/01).

Warganet beraksi lantaran cicitan Wood diunggah hanya beberapa jam setelah mantan bintang NBA itu diberitakan meninggal dalam kecelakaan helikopter dengan putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna. Sebagian besar menyerang unggahan aktris 32 tahun itu.

"Anda menyerang seorang pria yang benar-benar baru saja meninggal kurang dari 24 jam yang lalu, dengan gadis kecilnya! ” tulis akun Catherine (Kathleen) Curtin menanggapi cicitan Wood.

Akun lainnya, Wes Hatton, juga menuduh aktris Wood mengubah tagar #MeToo menjadi lelucon.

“Hal-hal ini perlu ditanggapi dengan serius dan Anda hanya mencari perhatian setelah dia dan putrinya BARU meninggal. Wow," tulis akun tersebut.

Wood sempat membuat cicitan kembali sebagai bentuk klarifikasi maksud dari unggahan yang telah ia hapus itu. Ia mengatakan bahwa tulisannya hanya pengingat bahwa orang terkadang memiliki dua sisi.

“Sayang, ini bukan penghukuman atau perayaan. Itu adalah pengingat bahwa setiap orang akan memiliki perasaan yang berbeda dan ada ruang bagi kita semua untuk berduka bersama daripada bertengkar. Tidak ada yang menang dalam hal ini," tulisnya.

Unggahan klarifikasi Wood malah membuat warganet semakin keras beraksi. Sejatinya, Wood merujuk pada sebuah kasus pada tahun 2003 yang diuraikan dalam artikel terbitan 2016 di The Daily Beast mengenai seorang perempuan berusia 19 tahun yang menuduh Bryant memerkosanya.

Bryant pernah ditangkap dan didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap pegawai hotel di Colorado tersebut, tetapi kasus ini akhirnya dibatalkan ketika penggugat menolak untuk bersaksi dan menyetujui  permintaan maaf resmi Bryant di pengadilan.

Baca Juga

Permintaan maaf ini pun dibacakan pengacara Bryant. Kala itu, menurut Bryant, mereka melakukan hubungan layaknya suami-istri atas dasar suka sama suka.

Penyelesaian secara perdata tercapai pada 2005. Tidak disebutkan besaran ganti rugi material yang ditetapkan kepada Bryant.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA