Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Sutradara Milea Akui Kesulitan Garap Dua Film Sekaligus

Jumat 14 Feb 2020 07:13 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Reiny Dwinanda

Aktor dan aktris pemeran film Milea: Suara dari Dilan tampil dalam gala premiere di XXI Ciwalk, Cihampelas Walk, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/2). Film Milea ini digarap berbarengan dengan Dilan: 1991.

Aktor dan aktris pemeran film Milea: Suara dari Dilan tampil dalam gala premiere di XXI Ciwalk, Cihampelas Walk, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/2). Film Milea ini digarap berbarengan dengan Dilan: 1991.

Foto: Hartifiany Praisra
Film Milea: Suara dari Dilan digarap berbarengan dengan Dilan: 1991.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Trilogi Dilan, Milea: Suara dari Dilan rilis di bioskop di Indonesia mulai Kamis (13/2). Film ini menjadi karya ketiga dari sang sutradara, Fajar Bustomi, dalam mengangkat novel karya Pidi Baiq.

Menariknya, Fajar menggarap Milea: Suara dari Dilan berbarengan dengan film sebelumnya, Dilan: 1991 pada akhir 2018 lalu. Lebih dari satu tahun kemudian, film ini pun hadir sebagai penutup kisah cinta Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla).

"Kesulitannya jadi Dilan: 1991 dan Milea ini dalam syuting satu periode dalam dua film jadi itu memang agak masih mencari," kata Fajar di XXI Ciwalk, Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis (13/2) malam.

Berbagai alasan melatari hingga akhirnya Fajar memutuskan untuk membuat dua film tersebut berbarengan. Namun, hasilnya tidak buruk. Fajar mengaku puas dengan karyanya bersama Pidi Baiq ini.

"Padahal, waktu dulu saya itu sama teman-teman, kami coba fokus di Dilan '91 dulu jadi bikin pola setting pertama dengan Dilan '91 dulu," kata Fajar.

Begitu seluruh adegan di rumah Milea diselesaikan untuk film Dilan: 1991, contohnya, set kemudian diubah untuk syuting adegan Milea: Suara dari Dilan. Fajar mengungkapkan, tidak mudah untuk melakukan itu.

"Tidak mudah sih memang. Kami harus nge-switch kepalanya, untungnya di bukunya periode cinta sama kurang-lebih, jadi kesulitannya dari itu," kata Fajar.

Meski terbilang sulit, Fajar mengaku berterima kasih pada pemain dan kru yang mau bekerja sama dengan baik. Fajar pun mengaku puas atas pencapaian pemain dan kru yang terlibat selama proses dua film ini berlangsung.

"Alhamdulillah selama syuting suasana menyenangkan dengan teman-teman jadinya tidak ada susah," kata Fajar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA