Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

James Brown Korban Pembunuhan?

Jumat 14 Feb 2020 10:37 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi legendaris James Brown. Bukti baru konon tunjukkan kemungkinan James Brown meninggal akibat pembunuhan.

Penyanyi legendaris James Brown. Bukti baru konon tunjukkan kemungkinan James Brown meninggal akibat pembunuhan.

Foto: EPA
Bukti baru konon tunjukkan kemungkinan James Brown meninggal akibat pembunuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu jaksa di Atlanta, Amerika Serikat menyatakan, kasus meninggalnya James Brown "The Godfather of Soul" pada 2006 silam bisa jadi akan kembali diselidiki. Terlebih, ada bukti baru yang menunjukkan bahwa Brown kemungkinan merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Direktur Urusan Publik Jaksa wilayah Atlanta, Chris Hopper. Dia menyebut, seorang perempuan bernama Jacque Hollander telah memberikan informasi pendukung pada Jaksa distrik Fulton, Paul Howard, Rabu (12/2) lalu. Berdasarkan laporan CNN terdahulu, Hollander pernah menuduh Brown memerkosanya pada 1988.

Dia menegaskan, tak ada kasus yang dibuka saat ini di lembaganya. Oleh sebab itu, batas waktu tak akan diberikan pada jaksa wilayah untuk memutuskan kapan untuk bergerak.

"Tidak ada penyelidikan kematian resmi yang dibuka saat ini," kata Hopper seperti dilansir USA Today, Jumat (14/2).

Hopper mengatakan, Howard bisa langsung menentukan informasi tersebut. Utamanya, upaya untuk menentukan penyelidikan formal atas kematian Brown.

Sejauh ini, penyebab kematian Brown yang berusia 73 tahun pada 25 Desember 2006 itu tercatat sebagai gagal jantung akibat komplikasi pneumonia. Namun demikian, banyak pihak yang meminta agar kematian Brown untuk diselidiki.

Bahkan, dari dokumentasi CNN sebelumnya menyebut banyak juga yang meminta agar dilakukan autopsi pada jasad penyanyi legendaris tersebut.  Dokter di Rumah Sakit Atlanta dan sempat menangani Brown, Marvin Crawford, meragukan bahwa Brown meninggal karena sebab alamiah. Sebaliknya, ia percaya Brown meninggal karena overdosis, kecelakaan, atau malah sesuatu yang disengaja.

"Kondisi Brown berubah terlalu cepat," kata Crawford.

Menurut dia, pihaknya tak pernah memperkirakan bahwa Brown memiliki kode (bahasa  medis yang digunakan untuk menggambarkan pasien dalam penanganan kardiopulmoner).

"Tapi dia meninggal malam itu, dan aku memang mengajukan pertanyaan itu: Apa yang salah di kamar itu?" tanyanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA