Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Dinamika HIRA Satukan Referensi Musik Para Personel

Sabtu 15 Feb 2020 05:40 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Band independen HIRA merilis album debut self-titled berisi 10 lagu yang menyatukan referensi musik para personelnya.

Band independen HIRA merilis album debut self-titled berisi 10 lagu yang menyatukan referensi musik para personelnya.

Foto: Shelbi Asrianti/Republika
HIRA luncurkan album perdana dengan 10 lagu yang satukan referensi musik personelnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tampilan warna-warni cerah menghiasi sampul album perdana HIRA. Perpaduan nuansa merah, pink, kuning, oranye, hijau, biru, hingga ungu tersebut mewakili referensi musik para personelnya yang sangat beragam.

Baca Juga

Anggota band, yakni Al Ilham (vokal), Arini Kumara (bas), Herman Garde (gitar), dan Reza Bima (drum), punya latar belakang dan kesukaan musik berbeda. Ilham menempuh studi musik klasik, Arini klasik dan kontemporer, sementara Reza menggandrungi jazz.

"Selama proses pembuatan album, ada berantem dan banyak perselisihan juga karena harus menyatukan ide dari empat orang yang mau diakomodir semua. Tapi dalam perjalanannya kami saling menghormati," kata Reza sang penabuh drum.

Semua perbedaan itu melebur menjadi satu dalam HIRA yang lagu-lagunya cenderung bergenre pop-rock. Dalam album perdana mereka, terdapat 10 tembang dengan lirik sederhana dan lantunan nada yang enak didengar serta mudah dilantunkan bersama.

Reza mengatakan, perdebatan hanya sebatas pada kualitas musik serta karya yang hendak mereka hadirkan kepada pendengar. Begitu produksi rampung, semua personel HIRA pun kembali bercanda dan tertawa bersama seperti biasa.

Kecintaan terhadap musik meski dengan latar belakang yang cukup beragam, justru menjadi pemersatu HIRA. Masing-masing personel menyatakan bahwa musik sudah menjadi passion mendasar, meski sebagian dari mereka bukan merupakan musisi purnawaktu.

Secara pribadi, Reza menganggap bermusik adalah segalanya. Saat bermusik, dia merasa sangat nyaman hingga seolah berada di rumah. Menurut Reza, kepuasan ketika bermain musik sama sekali tidak bisa diukur dengan materi.

Dia berharap kebahagiaan bermusik itu ikut dirasakan para penikmat musik HIRA. "Kami punya karya. Tidak bisa memaksa orang suka kepada karya kami, tapi paling tidak bisa mengantarkan pesan-pesan baik dalam lagu kepada orang yang membutuhkan," ungkapnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA