Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Lagu-Lagu Ini Miliki Pesan Kuat tentang Kesehatan Mental

Ahad 23 Feb 2020 18:37 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti

The Beatles

The Beatles

Foto: AP
Dalam salah satu lagu ciptaannya, musisi John Lennon berkisah tentang kegelisahannya.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Isu kesehatan mental menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk para musisi. Mereka ikut menyoroti tema ini dengan membuat lagu-lagu yang mengangkat tentang kesehatan mental. 

Dilansir di laman The Huffington Post baru-baru ini, banyak  figur publik berbagi pengalaman masalah mental yang mereka hadapi, di antaranya kesedihan, depresi, dan beragam tantangan yang dihadapi.

Setidaknya, ada beberapa lagu dari musisi dunia yang dapat menumbuhkan kesadaran dan penerimaan kesehatan mental. Karya-karya tersebut membahas topik-topik seperti terapi, depresi, dan kegelisahan. Tiga di antaranya yakni:

1. "Help!" oleh The Beatles

Lagu "Help!" menggambarkan jalan hidup sang penulisnya, John Lennon. Saat itu, dia merasa gemuk dan tertekan. Lewat tembang yang dirilis pada 1965 ini, Lennon seolah berteriak minta tolong.

Pada 2015, Paul McCartney berbagi pendapatnya tentang lagu dan kesehatan mental Lennon. Dia bercerita, Lennon tidak secara gamblang mengatakan dirinya gemuk dan sengsara. Kala itu, Lennon hanya membahas kondisinya ketika masih muda. "Dengan kata lain, dia (Lennon) mengacaukan jalannya, kami semua merasakan hal sama, tetapi ketika menoleh ke belakang, John selalu mencari bantuan," kata McCartney.

Menurut dia, Lennon memiliki paranoia. Dia berkeyakinan, orang-orang akan mati ketika ada di sekitarnya. Misalnya, yang terjadi pada ayahnya yang pergi saat Lennon berusia tiga tahun. Begitu pun paman yang tinggal bersamanya, kemudian sang ibu, juga meninggal setelahnya. "Saya pikir seluruh kehidupan John adalah seruan minta tolong," ujar McCartney.

 

2. "Breath Me" oleh Sia

Dalam sebuah video tentang proses penggarapan albumnya, Colour the Small One, penyanyi Sia menggambarkan lagu "Breathe Me" sebagai jendela pengalaman emosional yang sulit. Salah satunya meliputi kecemasan yang dia hadapi.

"Breathe Me" adalah nyanyian tentang kekhawatiran dan kecemasan. Ada banyak dialog batin dari yang berpotensi membahayakan diri sendiri. "Lalu meminta bantuan," kata Sia.

 

3. "Roses-Colored Boy" oleh Paramore

Grup musik Paramore telah membahas masalah kesehatan mental pada banyak lagu mereka. Salah satunya, "Rose-Colored Boy" yang secara khusus melihat stigma seputar depresi dan masalah terkait lainnya.

"Rose-Colored Boy" adalah lagu tentang perasaan tertekan untuk melihat dunia dengan optimisme buta ketika Anda benar-benar merasa sangat putus asa terhadap dunia. "Kemudian peran Anda berada dalam banyak tekanan sosial untuk menjadi (atau tampak) bahagia sehingga dapat benar-benar merasa malu ketika kita tidak," tulis band itu dalam akun Twitter-nya.

Band itu melanjutkan pesannya bahwa menambahkan rasa malu pada kesedihan adalah minuman yang sangat beracun. Bagi Paramore, cukup sulit untuk menghadapi kesedihan, depresi, atau kecemasan apa pun tanpa harapan publik yang ditambahkan.

"Lebih penting bertemu orang-orang di mana mereka berada, berempati, dibandingkan mencoba dan melukis semuanya dengan indah," tulis mereka.

Selain ketiga lagu tersebut, beberapa tembang yang juga mengulas tentang kesehatan mental yakni Now I’m In It’ karya Haim, Hunger oleh Florence and The Machine, dan 1-800-273-8255 yang dinyanyikan Logic feat Alessia Cara dan Khalid.






BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA