Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pangeran Harry: Panggil Saya Harry Saja

Kamis 27 Feb 2020 07:01 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Pangeran Harry minta diperkenalkan dengan namanya saja, tanpa gelar kerajaan.

Pangeran Harry minta diperkenalkan dengan namanya saja, tanpa gelar kerajaan.

Foto: EPA
Pangeran Harry ingin dipanggil dengan namanya, tanpa gelar kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, EDINBURGH -- Menghadiri ajang promosi pariwisata Skotlandia, Pangeran Harry meminta untuk diperkenalkan dengan namanya saja, tanpa gelar kerajaan. Hal itu ia sampaikan di acara Travalyst di Edinburgh International Conference Centre pada Rabu (26/2).

Dikutip dari laman The Guardian, suami Meghan Markle ini biasanya akan dipanggil sebagai Tuan atau His Royal Highness karena posisinya sebagai anggota kerajaan. Namun, dia sepertinya sudah mulai membiasakan diri untuk menanggalkan itu semua meski "Megxit" baru akan berlaku pada 31 Maret.

Momen ini tertangkap ketika penyiar Ayesha Hazarika yang menjadi pembawa acara konferensi memperkenalkan Harry ke panggung hanya dengan namanya saja. Hal ini pun berkaitan dengan permintaan Kerajaan Inggris yang memperbolehkanya hanya menggunakan nama depan saja.

"Dia meminta agar dipanggil "Harry", mari para hadirin beri sambutan meriah pada Harry," ujar Hazarika.

Dalam kesempatan itu, Harry pun menyampaikan tentang industri di Skotlandia yang berada di garis depan untuk membuat sektor industri menjadi lebih hijau. "Kita harus bekerja bersama ... untuk meningkatkan praktik baik yang sudah digunakan di seluruh dunia. Skotlandia adalah contoh yang bagus tentang apa yang kami maksudkan. Ada ambisi holistik untuk ambisi Skotlandia yang dapat diadopsi di seluruh Inggris dan bahkan di seluruh dunia," ujarnya.

Harry hadir acara Travalyst yang diikuti beragam perusahaan pariwisata daring, termasuk Booking.com, Skyscanner, Tripadvisor, Trip.com, dan Visa. Konferensi ini menjadi upaya Harry dan tim mendapatkan umpan balik dari industri perjalanan dengan ide-ide baru untuk keberlanjutan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA