Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Pilpres AS Ubah Pola Pikir Blake Lively

Kamis 03 Aug 2017 22:46 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari

Blake Lively

Blake Lively

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, Aktris Blake Lively mengaku pilpres di AS sudah mengubah pola pikirnya. Hal itu membuat lebih sadar.

Blake mengatakan bahwa pemilihan presiden 2016 membuat dia lebih sadar akan diskriminasi di semua bidang. Seperti dilansir dari laman Fox News, ia mengatakan kepada Glamour Magazine, ajang pilpres membuatnya juga jauh leih sensitif.

"Bukan hanya seksisme tapi juga diskriminasi di semua bidang-kelas, jenis kelamin, ras. Saya menyadari bahwa ada masalah [sebelumnya], " ujarnya.

Aktris berusia 29 tahun ini mengabdikan diri untuk karier filmnya tapi salah satu hasrat terbesarnya adalah mencoba menghentikan perdagangan seks. Dia melakukan pekerjaan investigasi untuk dokumenter "A Path Exears," di mana dia bekerja dengan Koalisi Penyelamatan Anak.

"Saya sangat menghargai kemurnian masa kecil saya sendiri, dan gagasan bahwa seorang anak tidak memiliki kesempatan untuk menjadi anak sangat menghancurkan."

Bintang "The Dwa" itu adalah seorang ibu bagi anak perempuan James dan Inez. Dia mengatakan bahwa suaminya Ryan Reynolds memiliki pandangan yang kuat mengenai kesetaraan jender.

"Tapi dengan suami saya, saya beruntung memiliki seseorang yang sangat sadar. Suami saya seperti, mengapa saya selalu mengatakannya? Dan saya berkata, itulah yang kami ajarkan atau kita bercanda bahwa anak perempuan saya bossy. Tapi suami saya berkata, saya tidak ingin menggunakan kata itu lagi. Anda belum pernah mendengar seseorang bernama bossy."

Pasangan Hollywood itu menikah pada tahun 2012. Lively menganggap Reynolds sebagai sahabat terbaiknya.

"Dalam hubungan lain, jika ada yang muncul, saya akan memanggil pacar atau adik perempuan saya, dan berkata, 'Hei, ini yang dia lakukan-apa yang harus saya lakukan?' Dimana dengan dia, kami berteman selama dua tahun sebelum kami berkencan."

"Dan aku memperlakukannya seperti pacarku. Aku seperti, 'Hei, ini terjadi. Ini membuatku kesal. Inilah yang saya rasakan. Apa yang saya lakukan?' Dan dia melakukan hal yang sama untukku. Dia memperlakukanku seperti teman terbaiknya," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES